Anak Haram
Bapakku setan. Ibuku jalang. Orang-orang bilang, aku anak haram.
Aku pernah ingin tanya, “Ibu, mengapa tidak aborsi saja?” Mengapa harus melampiaskan dendam kepada Bapak terhadapku. Mengapa pula harus selalu memakiku, menumbukkan kepalaku ke dinding, menamparku, dan menyuapi aku dengan darah yang mengalir dari bibir-bibirku yang pecah. Pernah aku ingin bertanya tentang hal itu, namun aku tak berani.
Lelaki yang disebut Bapak yang tidak aku tahu siapa dia. Kelak jika aku bertemu dengannya, aku ingin juga tanya hal yang serupa, “Bapak, mengapa tidak paksa saja Ibu aborsi. Agar aku tidak pernah lahir, agar aku tidak tersiksa.”
Anak-anak lain jika ditanya, ingin bercita-cita menjadi apa? Mereka mungkin akan riang menjawab ingin menjadi dokter, pilot, guru, atau apapun. Aku, jika ditanya hal yang serupa, aku cuma ingin jawab: aku ingin bunuh mereka.
Smart Telecom Mengecewakan
Gambar di bawah adalah hasil speedtest kecepatan modem Smart yang baru aku beli.

Setelah berpikir panjang, akhirnya aku memutuskan untuk migrasi ke akses Smart. Aku pun pergi ke Gallery Smart untuk membeli modem. Awalnya aku ingin membeli modem Smart AC2726 dengan gratis pemakaian Platinum selama 100 hari untuk kecepatan download up to 3.1 Mbps dan upload hingga 256 kbps. Harga yang dipatok adalah Rp. 997.000,- namun ketika di sana, aku ditawari produk yang sejenis namun gratis pemakaian platinumnya adalah selama 60 hari, modemnya sama dan harganya jauh turun yaitu Rp. 650.000,-
Pertama membeli modem tersebut, tidak ada kendala sama sekali. Namun, mulai hari Minggu kemarin terjadi kekacauan yang membuat aku kecewa. Setelah mendownload file dengan kapasitas tertentu, maka kecepatan internet akan turun secara drastis menjadi 153 kbps.
Rindu dan Gila
Kerinduan. Berjalan pelan-pelan di antara hati kita. Walau kita sama-sama berdiri dalam keberdiaman, jauh dari suatu kebisingan. Aku dan kamu yang saling jatuh rindu. Sama-sama yang saling jatuh gila.
“Bagaimana jika aku rindu?” Seseorang kembali bertanya.
Aku diam. Entah mungkin bisa dijabarkan lewat seribu bahasa. Yang jelas, aku cuma mampu diam. Karena jika aku berbicara, aku tidak akan mampu berbicara dengan satu bahasa. Butuh banyak bahasa untuk mengungkapkan kerinduan. Jika dipaksakan cuma satu bahasa, yang ada cuma racauan. Ricuh bertubi-tubi dari bibir yang tidak lagi mampu akulturasi dengan otak yang dihimpit beban.
Kadang, jika demikian aku akan bertanya. “Apa kau rindu aku?”
Cemburu
Aku cemburu. Tetapi bukan kepada manusia. Aku cemburu sama blogku yang lain yang beralamat di http://blog.baiquni.net. Kenapa? Karena ternyata blog itu lebih banyak pengunjung daripada blogku yang ini. Padahal blog yang di sana sengaja jarang aku update dibandingkan blogku yang ini.
Kemarin aku melihat, statistik pengunjung blogku di sana sekitar 200-an orang. Sedangkan pengunjung di sini masih berkisar 100-an orang.
Padahal aku ingin menurunkan alexa blogku ini. Memang sih, di blogku yang di sana beberapa artikel tentang komputer dan pemograman, sedangkan di sini isinya cuma curhat-curhat-curhat dan sesekali tentang apa yang aku pikirkan.
Tetapi, yang jelas aku cemburu.