Sebelum Pukul 9

Hari ini adalah awal hari yang menegangkan. Ini adalah awal pertama aku akan berdiri di hadapan banyak orang, berbaju putih dipadu dengan celana hitam. Aku yang berada di depan komputer yang akan menembakkan infokus ke dinding-dinding layar. Berbicara dengan bahasa yang gugup lagi gemetaran. Tentang apa yang akan aku perbuat demi kelulusan.

Lulus. Itu adalah syarat awal yang diberikan bidadari ketiga kepadaku untuk melamarnya. Dulunya, aku hampir kehilangan alasan untuk apa aku kuliah dan lulus. Kuliah di suatu bidang yang aku sama sekali tidak mampu memahaminya hingga saat ini. Kadang aku berpikir, kuliah di jurusan informatika lebih aku sukai.

Nanti, pukul 9.00 WIB. Di depan teman-teman dan dosen aku akan mempresentasikan proposal yang hendak aku buat: “Analisis Simulator Gempa Bumi Berbasis Stewart Platform Menggunakan Metode Inverse Kinematik

Baca Selengkapnya

Karena Aku Bukan Perempuan

Kadang aku suka melihat-lihat. Blog yang diisi oleh seorang perempuan dengan isi yang biasa-biasa saja terkadang lebih banyak dikomentari daripada blog yang diisi oleh lelaki dengan isi yang juga biasa-biasa saja. Namun, kadang kala, blog yang diisi oleh lelaki dengan isi yang luar biasa, juga terkadang sepi dari komentar.

Tetapi, hipotesaku tersebut masihlah terlalu dangkal. Mungkin bukan sebab itu kenapa banyak-tidaknya komentar di dalam suatu blog. Mungkin saja aktif tidaknya seorang blogger dalam ber-blog-walking. Tetapi, ini beneran loh. Blog seorang wanita yang cantik, akan selalu penuh komentar dan cepat menjadi selebritis.

Ternyata, selebritis itu tidak cuma di media. Di dunia internet, di dunia blog, banyak juga seleb yang berseliweran. Kebanyakan menceritakan tentang informasi teknologi, gaya hidup, namun ada juga yang menceritakan tentang kehidupan pribadi, namun didukung oleh tampang yang good looking. Mungkin bisa jadi selebriti internet.

Beberapa waktu yang lalu, aku pernah melihat sebuah blog perempuan Singapore. Isi blognya cuma beberapa patah kata yang tidak bisa dijadikan rujukan dan banyak sekali foto-foto perjalanannya. Entah foto di samping kue tart yang mahabesar. Foto lagi sakau di toilet. Atau foto apapun itu. Menariknya, di sana banyak sekali komentar dan hampir semuanya yang berkomentar adalah lelaki.

Baca Selengkapnya

Massive Earthquake Triggers Tsunami in Japan

Lets pray for Japan. The massive earthquake triggers tsunami in Japan.

A large earthquake about 8.8 on the Richter scale hit northeastern Japan and set off tsunami. The Japan earthquake hit 125 kilometres off the eastern coast and has set off a tsunami. Officials state that waves as high as 20 feet could hit the coast.

Reports are out that 28 people have been found dead, but it could get much worse.

When a 9.0-magnitude earthquake struck the Banda Aceh area of Indonesia on Dec. 26, 2004, it caused a massive tsunami that killed about 250,000 people in 14 countries and washed away entire communities.

Baca Selengkapnya

Negeri di Awan

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih

Baca Selengkapnya

Tertawa Itu Indah

Tertawalah. Bahkan hingga air matamu berderai karenanya.

Dalam sejuta kegundahan, kadang tertawa adalah jalan keluar untuk menentramkan segalanya. Tertawa itu seperti psikotropika bagi mereka yang dilema, bagi mereka yang memangkul beban. Maka tak heran, penuh rumah sakit jiwa dengan orang yang tertawa. Mereka cuma mengikuti apa yang alam telah mengaturnya, jika saraf-sarafmu telah terlepas, maka biarkanlah tawa itu bebas.

Namun, sebagian penuh dengan rasa histeris dan kemenjeritan. Tragis.

Tak ada yang baik dengan segala keterlaluan. Termasuk tertawa. Bahkan tawa pun jika terlalu berlebihan akan merusak jiwa. Hatimu akan keras karenanya, dan wibawamu akan jatuh olehnya. Tertawalah sekedar, seperti seorang nabi tertawa. Tertawa yang memiliki tempat. Tertawa seadanya.

Baca Selengkapnya