Bagaimana Dengan Bidadari

Lelaki itu berdiri di depanku. “Bagaimana dengan bidadari?” tanyanya membuka kata.

Aku terhenyak, baru-baru datang dalam ruang tanpa dimensi, dia malah bertanya itu. Aku diam tak menjawab pertanyaannya. Bagiku, jawaban atas pertanyaan itu bukanlah sekarang, ketika akupun belum dapat menentukan sosok bidadari itu.

“Mengapa diam?” desaknya.

Bidadari terakhir bagiku adalah “dia“, namun kami telah lama tidak saling berkirim kabar. Aku yang memulai atau dia dalam episode diam itu. Teramat lama hingga akupun lupa.

Baca Selengkapnya

Pagiku Segelap Malam

Orang-orang kata, pagi itu adalah cerah tetapi bagiku pagi tak ada beda dengan malam. Pagi bagiku tetap sama kelam dengan malam yang hitam tanpa bulan dan bintang.

Aku hadir ke dunia dengan tangisan. Sebuah penolakan awal untuk dilahirkan, namun manusia bersorak, mereka bergembira. Kau tahu mengapa? Karena mereka menertawakanku, mereka menikmati aku pada suatu ketika, saat kesepian hadir lebih mengkekalkan daripada bayang-bayang manusia tentang tsunami atau ledakan krakatau yang memisahkan Sumatera dan Jawa.

Aku menghela napas. Mampu kurasa aliran-aliran kesunyian, sepi, hampa menjalari pelosok pori-poriku, menggatali sekujur epidermis dan menggoyang-goyang bulu-bulu kulitku. Demikian kekal adanya, tak akan mampu tersangsikan.

Sekujur pagi aku meringguk. Membalutkan lenganku pada kedua ujung lutut yang kuangkat dalam posisi jongkokku. Kepala tunduk dalam kesendirian. Mengertikah engkau bagaimana pekatnya gelap? Lebih pekat daripada hitam saat malam tak berbulan dan berbintang.

Baca Selengkapnya

Cinta Tak Seindah Cerita

Lelaki jangan menangis,
walau badai lara mengepungmu
mungkin dia memang bukan jodohmu
cinta tak seindah cerita

Aku syok. Tanganku mendingin dengan debar jantung yang terasa begitu fluktuatif. Sesekali jantung ini berdebar dengan demikian kencang, lantas kadang melambat selambat-lambatnya. Dunia bagai suatu alam yang dibekukan oleh waktu, semua terasa berhenti sesaat itu. Jantungku memacu tak beraturan, dapat kurasa wajah dan jantungku memanas. Aku patah hati.

Wanita itu ternyata telah memiliki seseorang dihatinya. Seseorang yang telah tiga tahun lamanya mengisi ruang kosong yang ingin kumasuki itu. Mungkin dia memang bukan jodohku.

Baca Selengkapnya

Pojok Kematian

Apa mereka tahu? Jalan kematian sungguh amat sulit. Terlebih jika engkau mengetahui, setelah kematian sebuah perjalanan belumlah usai.

Ya Rabb, tolong jangan cabut hidayah yang telah Engkau berikan sore tadi. Ketika aku melihat banyak kesakitan dan kematian di sekujur tubuh manusia. Ketika mereka lempang, dadaku teramat sesak. Betapa banyak Engkau memberi bukti: KEMATIAN DEKAT ADANYA

Tadi sore, aku dan kawan-kawan FLP menjenguk Khalis, Kadiv Humas FLP Aceh yang menjadi salah satu korban kecelakaan di Indrapuri. Kami sepakat akan berkumpul di Rumah Sakit Zainal Abidin pukul 15.30 WIB, setelah itu shalat Ashar bersama baru kemudian menjenguknya. Walau direncanakan pukul segitu, baru sekitar pukul 17.00 WIB kami beranjak ke lantai dua rumah sakit.

Baca Selengkapnya

Mengapa Lelaki Jatuh Cinta

Entah mengapa, tiba-tiba saja sebuah kenangan mengalir diantara hidup seorang lelaki. Aku, lelaki, hidup dengan dunia penuh kenangan.

Barusan, tiba-tiba sebuah alunan dari lagu “Sempurna” oleh Andra and The Back Bone hadir. Sebuah lagu yang mengingatkanku tentang hari jauh lampau, suatu ketika dimana hidupku penuh dengan kenangan cinta.

Masih jelas ingatku ketika aku pertama bertemu dengannya di pustaka, dia memberiku keripik ungu. Aku mengambilnya dengan tangan kiri karena cacatnya tangan kananku. Lantas begitu aku pulang, dia bertanya, “mengapa engkau mengambil dengan tangan kiri?” Aku ingat, hari itu adalah Jumat. Sama seperti hari ini.

Aku pun ingat, ketika sekotak tupperware terisi dengan misoa yang dibuatnya saat dia ingat bahwa dari dulu aku ingin sekali misoa, karena semenjak Ramadhan aku tidak memakan kue misoa. Buatannya enak, sangat enak dan aku memakannya dengan lahap. Aku tahu, dia membuatnya dengan cinta.

Baca Selengkapnya