“Maaf ya, saya ga knl ma km, mgkn km slh pencet no”
Itu sms yang saya terima saat saya mencoba kembali mengulurkan tali silaturrahim. Awalnya saya kira nomernya telah berganti tangan, namun ternyata tidak. Lalu apa reaksi saya, hanya tersenyum kecut… manusia memang aneh.
Namun kembali saya berpikir, jika saya berada dalam posisinya mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Mungkin saya terlalu membuatnya kesal, menjadi amat sangat kesal. Dia manusia, begitu juga saya. Manusia terlahir dengan beban-beban emosi. Kebanyakan mereka melepaskan stress itu dengan caranya sendiri karena mereka terlahir unik. Ada mereka yang seperti gunung api saat melepaskannya atau seperti banjir. Namun untuk kesemua itu, bumi tetap menjadi tanah.
Baca Selengkapnya
