Lelaki sepenggal harap
Mencoba menata hati dari kepingan yang terpecah
Belajar tegak berdiri dari keterpurukan
Mencoba berlari dari kesengsaraan hati
Lelaki yang selalu tertolak
Lelaki sepenggal harap
Lelaki itu terduduk pasrah. Baru saja kata-kata mematikan jiwanya, dia merasa amat sangat kalah. Tak pernah seperti ini, TIDAK PERNAH.
Wanita itu menolaknya, dengan suatu tolakan yang amat lembut namun laksana petir bagi jiwa-jiwa kecutnya, jiwa-jiwa yang tak pernah tersentuh oleh tantangan dan kedewasaan.
“Maaf, namun untuk saat ini saya tidak mau memikirkan itu,” wanita itu mencoba mengambil suatu alibi klasik untuk sebuah penolakan. Dalam hati wanita itu Sang Lelaki memang tidak pernah tercipta, tak pernah ada, bahkan walau hanya sketsa bayangan buram. Tidak pernah ada.
Baca Selengkapnya