Kebingungan Keinginan Manusia

Manusia sering sekali bingung dengan apa yang mereka inginkan. Beberapa waktu yang lalu aku pernah digugat, agar lebih memperhatikan. Namun ketika perhatian itu aku berikan, sang penggugat malah ingin ditinggal sendirian.

Dia tidak sendiri. Ada banyak manusia yang bingung dengan apa yang telah mereka tetapkan.

Aku banyak menemukan orang yang melanggar konsensus yang mereka ciptakan. Sama seperti pelanggar hukum, dia tahu apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan namun tetap saja melanggar. Bahkan aku punya teman yang model seperti itu, jika naik motor di belakangnya aku harus ekstra waspada dan terus-menerus beristigfar.

Menyalip mobil sembarangan, memotong lampu merah, menyeberang sembarangan. Dia merasa kuasa karena belum pernah terjadi celaka. Sayangnya, dia menilai itu dari sudut pandang pribadinya sendiri padahal mungkin ada orang lain yang bisa celaka karena ulah dan tingkahnya.

Hidup bukanlah rangkaian peristiwa yang terjadi cuma satu babak. Ini seperti efek domino, ketika engkau melangkah satu langkah, takdir yang lain akan terbentuk untuk langkah berikutnya. Demikianlah bagaimana dunia bekerja.

Baca Selengkapnya

Bosan Itu Datang

Pada beberapa orang aku bertanya, “apa yang kalian lakukan ketika rasa bosan datang menyerang?

Beberapa memberikan saran:
– coba lakukan hal-hal yang baru,
– ajak teman-temanmu bermain,
– tidur lantas berkhayal tentang keindahan,
– membaca terjemahan bahasa Inggris,
– memasak,
– dll.

Intinya adalah lakukan sesuatu yang membuatku tidak bosan. Sayangnya ketika bosan aku cenderung malas, dan merasa mudah sekali menyerah. Aku pun mencoba meng-sms beberapa teman, namun sepertinya mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Tidak ada yang bisa diharapkan.

Tidak ada? Tidak juga. Beberapa dari mereka yang sudah memberiku saran, mereka walau tidak disadari telah membongkar sedikit rasa bosan itu untuk pergi. Aku menemukan kehangatan dari percakapan dengan mereka. Aku menemukan kesenangan, walau cuma sms balasan ringan tentang apa yang mereka lakukan.

Baca Selengkapnya

Sempurna Itu Sederhana

Sempurna itu sederhana. Bagiku, sempurna itu adalah: “aku ingin ketika aku bosan, seseorang ada di depanku di mana aku bisa bercerita tentang segala hal kepadanya untuk mengusir setiap bosan yang melanda“.

Sayangnya, sempurna itu tidak ada.

Orang-orang yang kita cintai atau mengaku mencintai kita, mereka hidup dalam dunia dan perspektif mereka masing-masing. Mereka tidak selalu ada ketika kita membutuhkan mereka. Mereka tidak benar-benar ada ketika kita mengharapkan mereka. Masing-masing dalam ego kemanusiaannya ingin diperhatikan daripada memberikan perhatian. Itulah watak manusia.

Dulu ada seseorang yang memperhatikan aku dengan begitu sempurna namun aku menyia-nyiakannya. Sekarang dia telah memiliki seseorang yang memang pantas untuk dia cintai. Dan sekarang aku berusaha memberikan apa yang aku bisa kepada seseorang yang lain, yang aku duga mampu memperhatikan diriku, namun hidup tidak selamanya statis dan berjalan linier. Seringnya, hidup itu dinamis dengan naik-turun kehidupan yang cukup fluktuatif.

Baca Selengkapnya

Melirik Pascal

Tidak ada yang mampu membuat saya melirik Pascal kecuali karena seorang teman. Dia meminta dibuatkan PR tentang pemograman. Saya melihat sekilas lembaran hasil scan yang dikirimkan ke email saya dan kening saya pun mengkerut. Ini tidak mudah.

PR itu lebih kepada persoalan algoritma. Saya melihat kejanggalan dialek pemograman yang dipakai dalam lembaran kertas tugas itu.

var a, b, c: integer;

begin
   a := 0; while A=0 do
   begin
      Writeln; Write('Nilai a?'); Readln(a);
   end;

   Write('b?'); Readln(b); Write('c?'); Readln(c);
   Writeln('Nilai A = ',A,',',' Nilai B = ',b,',',' Nilai C = ',c); Writeln('b = ',b+c);
   Writeln('c = ', c-2);
end.

Setelah saya teliti ternyata pemogramannya menggunakan Pascal sebagai basic bahasa pemogramannya.

Baca Selengkapnya

Menawan Rindu

Pernahkah sampai kepadaku tentang fatwa rindu? Tentang hati yang selalu berdebar ketika nama sang kekasih disebutkan. Saat duduk, tidur, dan berdirimu, nama kekasih tidak juga jeda menemani. Kisah tentang rindu yang tidak memiliki episode untuk berhenti.

Aku ingin menawan rindu, di dalam sel yang bahkan tidak memiliki terali. Aku ingin rindu itu tidak pergi. Telah aku tuliskan satu nama untuk satu rindu di dalam satu hati. Nya.

Dia yang aku sebut kekasih, sesungguhnya telah memiliki nama. Tetapi aku ingin menyebut dengan Nya. Aku ingin nama itu adalah nama persembahanku untuk Nya. Tentang lelaki yang sedang mencintai, dan memberikan nama baru untuk sang kekasih. Dan aku memilih “Nya”.

Aku merindukan Nya. Dalam duduk, tidur, dan tegakku. Nya telah menghisap semua energi rindu. Tidak ada ruang lain selain merindukan Nya. Dan aku teramat mencintai Nya. Aku ingin rindu ini ditawan, agar aku tidak berpaling ke lain hati. Aku ingin, dalam hatiku cuma ada satu Nya yang cuma satu.

Baca Selengkapnya