Kenapa Baiquni.net Tidak Bisa Diakses?

Tadi, saat saya membuka blog ini (baiquni.net) saya menemukan kode Database Not Estabilished. Seperti yang saya duga sebelumnya, kemungkinan hardisk Virtual Server ini memang sudah membengkak. Saat saya cek dengan perintah “df -h” menunjukkan bahwa kapasitas 50 GB sudah terisi semuanya.

Mungkin inilah saatnya untuk bersih-bersih!

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melihat beberapa file yang memiliki kapasitas besar yang bisa saya hapus.

[root@zx ~]# find / -type f -size +50000k -exec ls -lh {} ; | awk '{ print $9 ": " $5 }'
/var/log/httpd/access_log: 461M
/var/log/brcm-iscsi.log: 87M
/var/log/mysqld.log: 42G < -- file log MySQL yang sangat besar
/var/www/html/ACDSP5.rar: 71M
/var/www/html/linux/Chemical-engineering---Chemistry-books.softarchive.net.rar: 102M
/root/cenary-move/cpmove-cenary/homedir.tar: 1.2G
/root/cenary-move/cpmove-cenary/mysql/cenary_algae.sql: 185M
/root/cenary-move/cpmove-cenary/mysql/cenary_liza.sql: 233M
/proc/vz/vzaquota/000000d2/aquota.user: 129M
/proc/vz/vzaquota/000000d2/aquota.group: 129M
find: /proc/3485/task/3485/fdinfo/4: No such file or directory
find: /proc/3485/fdinfo/4: No such file or directory
/usr/lib/locale/locale-archive: 54M

Saya sangat terkejut saat melihat fakta yang terjadi. Ternyata besar log file MySQL saya berukuran 42 GB.

Baca Selengkapnya

Mengatasi CRC Failed Saat Mengekstrak RAR Files

Sering tidak mengalami hal yang seperti saya alami? Saat mengekstrak file RAR yang ber-part-part, eh ternyata files RAR tersebut ERROR dan tidak bisa diekstrak. Jika files hasil download memiliki ukuran dalam satuan GIGA? Wah, semakin menjengkelkan bukan?

Berikut ini akan saya berikan tutorial gratis bagaimana Mengatasi CRC Failed Saat Mengekstrak RAR Files.

Jika Anda memiliki masalah dengan file RAR yang ERROR seperti gambar di bawah ini, ada baiknya Anda ikuti langkah-langkah yang akan saya paparkan berikut:

CRC Failed Rar files

Baca Selengkapnya

Incoming search terms:

Bagaimana Menemukan PHP Shell di Server

anonymous hackerPeristiwa hacking, defacing, semakin marah saja akhir-akhir ini. Hal itu semakin menjadi-jadi semenjak Amerika mencetuskan SOPA/PIPA untuk mengamankan industri Amerika dari maraknya pembajakan. Sayangkan, hal itu ditanggapi lain oleh beberapa pihak sebagai bagian menghentikan kebebasan berekspresi di dunia ini.

Banyak website-website besar berguguran sebagai bagian dari protes besar-besaran oleh hacker yang menggunakan identitas kelompok seperti Anonymous dan Lulzsec.

Ok, dalam bahasan kali ini kita tidak membahas tentang sepak terjang para hacker, namun yang kita bahas adalah bagaimana meminimalisir dampak setelah apa yang mereka perbuat. Secara psikologis, seorang hacker/cracker/defacer ternyata tidak cuma melakukan aksi defacing (mengubah tampilan halaman suatu website), namun dalam aksinya mereka juga akan menanamkan backdoor atau rootkit di server korban yang telah berhasil mereka tembusi.

Kebanyakan hacker menanam sejenis backdoor yang diciptakan dalam bahasa scripting PHP dan bisa diakses melalui port 80. Biasanya, mereka menyebutkan sebagai PHP Shell walau banyak varian dari backdoor tersebut.

PHP Shell sendiri, menurut saya susah dideteksi, kecuali kita mengetahui polanya atau tahu checksum script tersebut sehingga kita bisa mencari di seluruh server. Tetapi bagaimana jika PHP Shell tersebut dibuat acak dan polymorph?

Mungkin cara di bawah berikut ini bisa sedikit membantu.

Baca Selengkapnya