Taman Surga Ultah ke 24

Selamat Ulang Tahun Datul. Semoga umurnya semakin berkah.

Hari ini Datul ultah, seperti yang sudah-sudah akupun mengucapkan selamat kepadanya. Namun kali ini setiap kukirimkan sms ucapan selamat selalu gagal, aku tidak tahu mengapa. Mungkin sudah ganti nomor.

Aku tidak pernah mendengarkan lagi kabar tentangnya. Di facebook, sebelum aku matikan akun facebookku, orang terakhir yang kutambahkan sebagai teman adalah Puan, kawan dekat Datul dulu.

Di facebook Puan maupun Suri, aku tidak menemukan dia. Foto-fotonya pun tidak ada. Jujur, aku rindu.

Tulisan ini kubuat paksa dengan handphone karena sudah 3 hari ini aku demam dan tidak bisa membuka laptop. Aku begitu pusing dan mataku rawan sekali cahaya. Tapi aku merasa harus menulis pesan ucapan ini untuk menghormatinya.

Selamat ulang tahun Datul, semoga dengan semakin bertambahnya umur engkau mampu memaafkan aku. Menjadi sahabat seperti dulu lagi.

(lebih…)

Mimpi Taman Surga

Barusan aku terbangun dari tidur. Aku bermimpi Taman Surga.

Dengan agak malas aku beranjak bangun, kemudian menyeret langkah ke kamar tidur untuk mengambil handuk kemudian mendaratkan langah menuju kamar mandi. Aku mandi, cuci rambut, gosok gigi.

Selesai mandi, aku tidur telentang. Pandanganku mengarah ke langit-langit, namun dalam pikiranku cuma tercatat satu nama: Taman Surga. Ku beranikan diri untuk mengsms dia.

Apa kabar? Baik-baik aja kan

Namun hingga aku menulis blog ini tak ada jawaban dari seberang. Mungkin aku masih terlalu dibenci. Dan aku kebalikannya, aku masih terlalu mencintai. Kadang aneh, jika dipikir hampir 2 tahun kami berjalan dengan arah berbeda, tidak lagi sehati namun mengapa namanya tidak juga lekang.

(lebih…)

Ku Menemukan Surga Kedua

Tahukah engkau?
selaksa rindu membelengguku
memaksaku untuk terus mencintai
padahal aku telah mengering rapuh, dan dahaga telah hilang diganti kesunyian

Tahukah engkau?
ku temukanmu di jejaring manusia
ku minta engkau menjadi sahabatku
ku singgahi yahoo mu
namun kau membalasku dengan diam
tersudut aku tak mengerti
aku pun mulai mengeja langkah
mungkin telah ada yang salah

Aku berbisik pada seorang temanku
“Wahai gajah, aku menemukan taman surga”
gajahpun bingung
“taman surga kedua,” balasku
gajah cuma tersenyum, seolah dengan sejuta arti
bodohnya aku, sama sekali tak mengerti

Dalam lubuk, nama itu masih terus teringat
sedetik tak mampu lupa
mungkin hanya bidadari yang mampu menyapunya
entah bagai abrasi pantai atau topan badai
sunggu aku tak mengerti
mungkin tidak untuk saat ini

Oh cinta…
badai hatiku menggerus
tak tersisa sedikitpun jeda
mungkin aku harus segera mati
dan bidadari surga menanti

(lebih…)

Ta'aruf

Tadi aku baru bercerita tentang seseorang kepada kakakku. “Nda, menurut Anda jika seorang wanita pulang malam-malam jam 10.30 dengan seorang lelaki kira-kira apa pandangan Anda?” tanyaku.

Anda itu emang nama panggilan kakakku, aslinya bernama Nurbariah. Dia kakak kedua ku. Kami semua berempat; kak Iti (Nurfitriani), Anda (Nurbariah), kak Iir (Irhami), dan aku (Muhammad Baiquni).

“Ga bagus. Masa seorang wanita pulang malam-malam, dan dengan seorang pria lagi,” kata kakakku.

“Tapi kan kita ga tahu alasan dia pulang malam-malam, mungkin saja dia memiliki urusan penting sehingga harus pulang larut malam. Dan mungkin karena ga ada yang mengantarnya lagi makanya dia terpaksa pulang dengan lelaki. Tetapi yaaa jika pulang malam-malam itu dianggap tidak baik secara adat ketimuran,” sambungnya lagi.

Aku bertanya seperti itu karena tadi siang sekitar jam 15.00 WIB seseorang berkata padaku tentang seorang wanita.
(lebih…)

Alhamdulillah

“Ben, si Datul dah pacaran ya sama Yuna?” Tiba-tiba aja kak Dar ngomong gitu.

“Hah, kak Dar kenal sama Yuna?” Tanyaku.

“Ya lah, dia kan abang letting kak Dar. Kami panggil dia papa.” Jawab kak Dar. “Dia serius sama datul, mo nikah.”

“Dia orangnya gmn? Baik?” Tanyaku

“Iya.” Jawab kak Dar.

“Apa dia suka mainin cewek?” Lanjutku.

“Enggak.” Jawab Kak Dar.

(lebih…)