Barisan Yang Tertipu

Jika mau jujur, aku adalah termasuk mereka golongan barisan yang tertipu. Entah menipu diri sendiri, atau tertipu oleh diri sendiri. Sekejap aku tersadar, namun dalam kejapan yang lain semua kembali terlupa. Karenanya kali ini aku catat, agar aku tidak kembali lupa.

Naas. Manusia sering sekali tertipu oleh napsu-napsu mereka. Oleh diri mereka sendiri.

Dia bertanya, “Apa kamu masih mengaji?

Dia bertanya, “Apa kamu masih ikut haloqah?

Dengan sejujur-jujur bahasa aku menjawab, “Tidak. Bahkan sudah lama aku tidak membuka mushaf suci itu.

Pantas,” jawabannya. Kontan. Spontan.

Baca Selengkapnya

Blogger Award Untuk Sahabat

Saya terkejut ketika mas Ichsan tiba-tiba memberikan saya sebuah award. Ini adalah kali kedua saya mendapatkan award, pertama dari seorang yang sangat saya cintai berupa award untuk menceritakan tentang diri kita sendiri. Thanks cinta.

Award yang diberikan oleh mas ichsan pertama sekali dicetuskan oleh mas batavusqu (waktu saya membuka blog si mas itu ada lagu chayya-chayya lho, sayang sekali ga ada video si mas itu joget-joget ;))

Sebenarnya ingin memberikan award kepada semua orang, tetapi award ini khusus bagi 5 orang yang beruntung saja. Hehehe, dan yang menerima award ini silahkan diberikan kepada 5 orang lainnya yang dirasa layak.

Baca Selengkapnya

Suara Yang Tertahan

Ada banyak hal yang ingin aku lepaskan di dalam diriku, namun selalu kutahan. Kemarahan yang bertumpuk, selalu saja aku tahan. Kebosanan, juga aku tahan. Rasa tidak suka kepada seseorang juga aku tahan. Aku menahan segalanya sendiri agar orang-orang di sekelilingku tidak sakit hati. Aku tidak ingin mengumbar egoku, mengumbar rasa yang mungkin saja melegakan namun ternyata menyakiti semua orang. Aku tidak ingin seperti itu.

Aku bosan. Aku marah. Aku kesal. Aku ingin segalanya segera usai. Namun, aku tidak berani jujur kepada setiap orang, karena perasaan yang hinggap itu cuma sementara. Ada kalanya kita butuh rehat sejenak, mencoba menjauh dari semua yang berada di dekat kita agar kita mampu mengambil jarak. Agar kita memiliki kerinduan ketika telah bersama mereka kembali.

Namun, rindu tidak juga datang. Keadaan semakin luntur. Yang tersisa cuma rasa bosan.

Baca Selengkapnya