The Law of Diminishing Utility

The Law of Diminishing Utility. Jujur, aku sendiri kurang paham artinya. Istillah tersebut muncul dari si neng geulis waktu percakapan kami dihari menjelang pagi. Istillah itu muncul begitu saja ketika entah mengapa pembicaraan kami mulai mengarah kepada bidadari, bidadari ketiga, dan seorang lelaki.

Saat aku ceritakan kepadanya bahwa barusan bidadari sms aku, bahwa dia akan menikah 4 minggu lagi.

Apa itu The Law of Diminishing Utility?

Bisa diistillahkan begini: jika kita TERLALU mencintai sesuatu, maka cinta itu akan cepat habis. Contoh, jika kita suka sekali dengan nenas, kalau TERLALU dan KETERLALUAN banyak makan nenas maka kita jadi muak dengan nenas tersebut.

Tetapi menurutku, hukum tersebut bersifat dialektika. Antara YA dan TIDAK atas keumuman yang diutarakannya. Pada satu sisi bisa saja hukum tersebut bekerja, namun kita jangan menafikan adanya banyak ragam anomali dalam setiap sendi kehidupan.

Baca Selengkapnya

Kecewa dengan Starone

Mungkin aku termasuk kecewa dengan starone. Padahal aku tinggal di Leung Bata, di lantai dua, dan mendapatkan sinyal 3 bar dari 4 bar full sinyal. Namun koneksi kok macam setan !!!

Kemarin aku menggunakan paket harian starone yang berdurasi Rp 2500 per hari unlimited. Aku merasa puas dengan paket tersebut. Kecepatan stabil dan membuatku nyaman.

Setelah puas dengan paket harian, aku coba beralih ke paket bulanan yang berharga Rp 45000 per bulan unlimited. Di sini aku mulai kecewa. Koneksi suka hidup-mati tidak jelas. Kalau buka website harus berkali-kali refresh.

Aneh, mengapa pelanggan yang ingin berlangganan bulanan harus diberikan koneksi lebih buruk daripada pelanggan harian?

Aku bukan orang yang begitu mengerti masalah teknis, jaringan dan lain-lain. Yang jelas, aku benar-benar kecewa.

Baca Selengkapnya

Logo BlackBerry Mirip Simbol Yahudi

Lagi liat-liat video BlackBerry Storm 9530, trus aku miringkan kepala ke kiri 45 derajat, eh trus merasa kok logo BlackBerry mirip simbol Yahudi, mirip ama bintang davidnya orang Yahudi gitu ya???

Trus aku konsultasi ama bang Pmen, katanya dia, “Enggak ahh, aku lihatnya mirip logo BB gitu.

Awalnya aku juga merasa begitu, eh tapi ga tau deh. Coba aja lihat gambar di belakang.

MUNGKIN ITU FAKTOR KEBETULAN SAJA… JANGAN JADI KAUM YANG SUKA MENGHUBUNG-HUBUNGKAN YAA, BEBERAPA TEMANKU SUKA BANGET MENGHUBUNGKAN, MACAM LOGO INDOSAT DIANGGAP LOGO YAHUDI LAH…

HAHAHA….

JUST FOR SHARING AJA

Baca Selengkapnya

Sony Ericsson G705 diperbaiki

Paling cepat 1 bulan, paling lama 3 bulan,” kata salah seorang customer service di perwakilan Sony Ericsson cabang Banda Aceh.

Baru kemarin handphone-ku tidak bisa ditelepon. Earphone-nya rusak menurut customer service tempat aku bertanya itu. Yang jelas, setiap aku menerima telepon maka aku tidak bisa mendengarkan suara orang diseberang terkecuali jika aku mengaktifkan loud speaker.

Aku hari ini sudah dua kali bolak-balik ke kantor cabang Sony Ericsson itu. Yang pertama aku mengeluh hal serupa, namun ditanya apakah aku masih memegang kartu garansi? Ya sudah kemudian aku pulang, ternyata kartu garansi tidak ada di rumah karena aku pindahan ke rumah saudara jadi tidak tahu lagi di mana kuletakkan kartu garansi itu. Alhasil, dari chatting dengan si Mimi, Admin Sony Ericsson, aku putuskan memperbaiki tanpa kartu garansi.

Baca Selengkapnya

Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta.

Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah.

Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak punya kuasa sebisa Tuhan. Aku cuma mampu merasa apa yang engkau rasa. Ketika jenuh melandamu, aku pun rasa. Ketika kekalutan menyertaimu, aku pun ikut gundah. Salahkah?

Baca Selengkapnya