Neraka, Iblis, Membumi

Dimana letak neraka,
Kemana tujuan iblis,
Kapan akhir bumi.

NERAKA, IBLIS, MEMBUMI

Ahh… semakin lama hidup, semakin aku merasa seperti IBLIS. Entah berapa dosa yang terlakukan. Aku dalam kubang.

Dalam sebulan ini, sudah 2 teman yang aku putuskan. 2 teman yang baik namun dalam keegoisanku, mereka ku telantarkan, kubiarkan, kucuekkan, ku… sejuta ku yang pasti untuk mereka. Aku benar-benar dalam kesesatan.

Tidak ada rasa bersalah dalam hati ini, aku benar-benar IBLIS.

Bukan tidak ada, ada… pasti ada. Ada sejumput rasa yang entah apa itu terasa sesak dalam hati. Aku ingin mengeluarkannya namun tidak tahu harus mengeluarkan apa. Sejumput rasa yang mampu membuatku terisak nangis, dan membuatku tak mengerti aku.

Tuhan, pernahkah seorang IBLIS menangis ?

Tuhan, aku tidak ingin menjadi IBLIS, namun mengapa dalam evolusiku, aku semakin tidak mengerti siapa aku.

Sejuta bilangan negatif, sepenuh ucapan yang mampu terkatakan. Aku dalam keadaan koma.

Aku benar-benar sesak, namun aku tak tahu harus menyesakkan apa.

….

NERAKA, IBLIS, MEMBUMI

Aku Hanya Ingin Sendiri, Kembali Sepi

Aku hanya merasa cemburu, teracuhkan, dan tak diberi kepercayaan.
Semua yang dulu menggumpal, kuledakkan sekarang.
Aku hanya ingin sendiri, kembali sepi.

Ah, aku lupa bagaimana aku terlahir. Tiba-tiba saja seingatku, aku ada. Yah ada, lalu hari-hari kulalui dengan biasa. Tak ada keistimewaan, inilah aku.

Aku terlahir mungkin dengan sedikit teman yang ditakdirkan berjalan bersama melangkah bersamaku. Aku memang kurang pandai bergaul, yang berteman denganku malah sering aku cuekin.

Mungkin temanku mampu dihitung

Entah mengapa, ada beribu, berjuta, bermilyar kemarahan menjalari nadi darahku yang aku tidak tahu darimana asalnya. Ada sedemikian kebencian yang menjalar yang sewaktu-waktu siap untuk diledakkan.

Aku tidak mengerti hingga saat ini, sungguh mengapa, darimana, dan kemana seluruh aliran kebencian, kemarahan, dengki, dan sejuta, semilyar, sepenuh bilangan yin akan mengalir ?

Entah berapa hati tersakiti, entah berapa jiwa kuhancurkan, entah berapa orang yang tercuekkan.

Aku memang lebih buruk dari iblis…

Tuhan, siapakah seburuk-buruk makhluk di mata-MU ? Aku ?!

Ahhh…. andai aku tidak terlahir, atau… ahhh

Wanita, Ijinkan Aku Menunduk

Entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai, mungkin sejak saya menginjak kelas 3 MTsN. Sebuah kebiasaan yang unik mungkin menurut ukuran awam, kebiasaan : BERJALAN MENUNDUK.

Hanya sebuah kebiasaan biasa namun memberi dampak yang luar biasa.

Saya menjadi begitu dingin saat berjalan (COOL kata adik-adik kelas waktu saya menginjak bangku SMU). Bahkan yang lebih parah adalah ada beberapa adik kelas yang menganggap saya ini sombong, padahal sejatinya bukan seperti itu.

Yahh… mulai saat itu saya terbiasa berjalan dengan menundukkan kepala. Bahkan kakak kelas ROHIS di SMU sering mengejek saya dengan kata-kata : “Cari duit jatuh ya Ben ?!”.

Ah, saya tidak peduli. Terserah kata orang karena hidup adalah hak milik personal dan milik pribadi asal tidak menganggu toh tidak apa-apa, hidup saya bukan milik orang lain tetapi milik saya sendiri. Terkesan egois memang, tetapi itulah hidup. Karena itu adalah arti sebuah KEBEBASAN.

Wanita, ijinkan aku menunduk

Juga entah mengapa jika berjalan lalu berpapasan dengan wanita, ada rasa malu dalam hati ini hingga otomatis membuat saya menunduk.

Kadang saya pribadi merasa diri saya ini aneh, saat dimana teman-teman lain malah jelalatan matanya kok saya malah ga berani yach. Ingin rasanya seperti mereka hidup normal.

Ahh… sudah lah, mungkin jalan menunduk memang menjadi takdir saya atau barang kali jika ditelaah secara mendalam ternyata ada gen jalan menunduk di dalam kromosom saya, hehehe… mungkin saja khan ?!.

Kadang saya berargumen sendiri untuk menutupi kelemahan ini dengan berkata, mungkin saya terlalu menghormati wanita hingga berjalan menunduk. Namun fenomena ini tidak terjadi dengan teman yang telah saya kenal dekat. Malah kalo temen wanita yang sudah terasa akrab saya mudah saja mencandai mereka.

Aneh, yah begitulah seorang Baiquni.

Mudah-mudahan kebiasaan ini dapat saya ambil hikmahnya…

Amien

Ada Apa dengan ISLAM ?

Ada apa dengan umat ISLAM dewasa ini ? Mengapa sebuah persatuan sulit sekali terbangun.

Kemarin malam saya melihat acara berita di TV, di sana terlihat anak-anak muda NU memblokir jalan Pantura melakukan DEMO.

Dalam poster mereka mengatakan “Ganyang FPI“.

Ahh, betapa miris hati melihat. Lalu saya berpikir andai Nabi yang melihat peristiwa ini, apa yang ada dalam benak beliau.

Saya sungguh tidak mengerti.

Saya bukan berasal dari kalangan pasantren, juga bukan mereka yang terlalu paham agama.

Memang dari MIN hingga MTsn saya di masukkan dalam sekolah yang menitik beratkan kepada Agama, namun itu belum secukup apa yang di dapat oleh mereka dari kalangan pasantren, terutama kalangan NU.

Entah apa yang terjadi, tetapi dewasa ini kaum yang dianggap sebagai pemikir umat malah begitu mengacaukan umat. Mereka menjadi begitu hedonis, menjadi begitu liberalis, menjadi begitu pluralis, hingga semua menyatu dalam sebuah titik evolusi yang begitu tidak saya mengerti.

Kebebasan telah menjadi keblinger dan begitu terlalu disalahpahamkan.

Teringat dengan majalah SABILI yang saya baca tadi sore; “Dosen IAIN Melecehkan ISLAM“.

Ada Apa dengan ISLAM ?!

Mungkin pertanyaan saya harus menjadi PR bagi kita semua.

Bukannya saya tidak menyukai Gusdur, awal ketidak sukaan saya pada dia dimulai saat dia berkata bahwa dirinya Nabi Orang Aceh. Amit-amit cabang bayi, darimana pikiran nyeleneh itu timbul, darimana ?!

Dan yang lebih membingungkan adalah, mereka yang saya anggap pemikir umat kok malah lantas membela.

Mari kita ambil garis…

Mana yang lebih anda bela, Nabi atau Gusdur ?!

Sesungguhnya hukum Allah itu pasti, sangat amat pasti. Saya hanya tidak ingin Allah menjadi murka terhadap kita semua.

Mungkin Allah harus memberikan tsunami pada kalian semua, mungkin Allah harus memperlihatkan tsunami tepat di depan mata kalian agar kalian sadar. Agar kalian paham letak titik dimana ketidakmengertian saya.

Pahamkah kalian ?!

Patah Hati

aku hanya sedang patah hati
berjuta pesan telah ku kirimkan
andai waktu mampu kubalikkan
aku ingin menjadi pertama yang terlihat
menjadi pertama yang kau cintai
menjadi yang pertama yang memegang tanganmu menuntun

aku hanya sedang patah hati
berjuang dengan segala cinta untuk kau tinggalkan
berjuang dengan segala asa untuk kau hancurkan
maafkan aku yang selalu memaafkan
aku yang tak pernah tegas
aku dengan sejuta maaf
mungkin aku bukan lelaki bagimu
namun hanya dirimu wanitaku


Ah, ternyata CINTA begitu membuat seorang menjadi pemaaf. Cinta sejati adalah sebuah pengorbanan, mengorbankan segala cinta demi cinta. Mengorbankan keserakahan, ketamakan, keinginan, hasrat, perasaan, demi hanya demi CINTA.

Aku begitu letih menjadi pecinta.

Aku begitu letih…

Ah…. Ternyata semua berjalan sesuai proses, berjalan sesuai aturan.

Cinta adalah cinta, begitu kata seorang baiquni. Jika dia bermetaforpase menjadi apapun, itu pun demi sesuatu atas nama demi cinta.

Cinta sejati itu mutlak, cinta yang tak akan pernah tersakiti, cinta yang tak pernah terpatahkan.

Cintai Dia… Cintai Dia… Cintai Dia !!!

Ah, selamat datang para pecinta !!!

SELAMAT DATANG PECINTA SEJATI