Tahun Baru dan Perubahan

Mereka yang bijak tidak perlu tahun baru untuk berubah

— Muhammad Baiquni —

Tahun Baru 2014
sumber: flickr.com

Seorang teman berkata, dia akan mulai berubah, nanti, tepat setelah letusan pertama kembang api tahun baru ini diledakkan. Ketika riuh terompet di tengah malam pergantian tahun dibunyikan. Saat orang berteriak “HAPPY NEW YEAR!“, ketika mereka bersorak, berlompat, berpelukan. Atau boleh jadi, ketika beberapa orang lebih nyaman menyewa hotel dan melalui tahun baru bersama pasangan. Saat itulah teman saya akan berubah. Demikian janjinya.

Saya menyeringai saat itu. Apakah harus menunggu pergantian tahun untuk berubah? Terkadang kita menjawab: IYA. Butuh momen, seperti butuhnya kita terhadap batu pijakan untuk melompat. Tetapi, tidak harus selalu.

Mereka yang bijak tidak butuh momentum untuk berubah. Setiap detik adalah momentum mereka agar berubah. Begitu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, mereka akan terus melakukan perubahan. Begitu seterusnya, hingga segalanya berjalan mendekati sempurna.

Sejogjanya, perubahan adalah keharusan. Bukankah kita sering diingatkan, “mereka yang hari ini sama seperti hari kemarin, adalah mereka yang rugi.” Seharusnya, setiap hari selalu menjadi lebih bagi kita semua.

Mengapa kita malas berubah?

Adakalanya kita menjadi begitu angkuh. Angkuh untuk menyadari segala kelemahan kita. Angkuh untuk mengetahui segala kekurangan kita. Kita tahu bahwa kita salah, menjadi semakin lemah, namun menolak untuk bertindak ke arah yang lebih baik.

Bisa jadi semua dimulai dari kemalasan kita. Kita malas bergerak untuk bergegas menuju kebaikan. Bahkan jika telah begitu banyak suara, kita tetap saja menjadi tuli untuk mendengarkan semua itu. Rasa nyaman dalam keburukan membuat kita enggan untuk segera bertindak.

Tidak menjadi masalah jika kita membuat perencanaan akan bagaimana setahun ke depan. Bahkan mereka yang bijak mencoba menata hidup mereka minimal sepuluh tahun ke depan bagaimana akan mereka lalui. Membangun peradaban dari sisa umur mereka, dengan teramat mengerti, bahwa dibutuhkan perencanaan matang untuk sesuatu yang besar.

Tetapi teman, engkau tidak perlu tahun baru untuk berubah. Karena, setiap detik, bagi mereka yang berpikir ke depan, akan mencoba menjadi lebih baik.

Sudah menyiapkan doa untuk tahun ke depan? Menyiapkan perencanaan untuk semua mimpi yang kita tuliskan? Menyiapkan segala jalan untuk menuju kebaikan?

Semoga saja, tahun 2014 ini kita menjadi lebih baik. Menjadi sosok baru. Meninggalkan segala kejahilan yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Menutup semua buku keburukan. Dan selalu berdoa kepada Tuhan agar dia menerangi jalan kita.

Apapun tahun yang engkau lalui kawan, jangan pernah lupa sosok Tuhan. Jangan menjadi sombong, seolah kita bisa melakukan apapun tanpaNya. Karena, kesombongan, adalah seburuk-buruk sikap dan kehinaan.

Incoming search terms: