Siapa Dia?

Aku bertanya kepada langit, siapa dia?

Hari itu, seperti yang sudah-sudah, langit masih sama. Langit memendam semua cerita. Menyimpan. Tak bersuara.

Kadang aku merasa tidak butuh langit, selain hanya sebagai tempat aku berteduh. Aku tidak berteduh dari hujan kawan, tapi aku berteduh segenap ataupun seganjil radiasi yang dihasilkan dari luar bumi. Kita, teramat kecil dan rapuh.

Hari itu, seperti yang sudah-sudah, aku untuk kesekian kali bertanya: siapa dia?

Tidak jarang aku bahkan berteriak. Membahana. Atau kadang aku memelas bercucur air mata, demi satu tanya yang belum juga usai dan aku tidak menemukan jawabannya: SIAPA DIA?

Baca Selengkapnya