Semua Butuh Arah

Kau tahu?
ingin rasanya kugulung seluruh bumi
atau kukeringkan samudera
hingga dunia semuanya sahara
namun belumlah cukup
bagaimana rasanya cinta menjadi prahara

Kau tahu?
everest yang menjulang
atau atlantik yang dalam
itu belum cukup untuk menggambarkan
semua cintaku dari hati terdalam
bahkan tujuh langit seolah tak berarti
atau bayu yang mengitari bumi
sungguh, cinta ini teramat dalam

Kau tahu?
apa yang kukenang tentangmu
tak akan mampu luntur
walau kita berpisah
dan mungkin kelak berlainan arah
atau saat kita sama-sama telah rabun dan menua
cintaku padamu masih tetap terjaga

Kau tahu?
aku mungkin telah salah
inginku kuat mengubah arah
namun aku tak ingin kau pincang akan arah
cinta tak terlalu logis untuk semua masalah
andai mereka-mereka tahu,
bahwa cinta pun memiliki arah

Kuharap,
hidup memberi kita pilihan yang terbaik
yang mungkin teramat sulit
bahkan terlalu mudah menelan racun
namun cinta tak terlalu logis untuk semua masalah

Cinta adalah persatuan,
namun aku teramat bingung
bagaimana jalan cinta berpikiran
mengutak-atik kau dan aku
hingga sepele pun menjadi masalah
sudah kukatakan,
cinta tak terlalu logis untuk semua masalah

Mungkin jalan kita telah ada yang salah
mungkin ego kita tak pernah mau kalah
menyatukan dua kepala dalam satu arah
bagaimana?
haruskan cinta kalah atau kita yang mengalah

Kau tahu?
Hanya ada satu kalimat untukmu dalam seluruh nafasku
sayang, aku cinta kamu

(Banda Aceh, 22 Juni 2009)

Puisi ini merupakan pesanan seorang teman untuk diberikan kepada pacarnya. Hohohoho, maunya aku minta tarif yaa…

  • ashari

    makasih boz..suratnya udah aq sampaikan ke dia…

    aq nuggu balesan surat dari dia..

    berapa boz tarifnya..serius nih

  • hahaha, canda bos, kagak pake tarif-tarifan segala. Kalian bersatu itu dah cukup banget buat gw

  • Andhi

    numpang copy paste ya mas brow’.

  • O iya, silahkan.

  • carol

    aku harap kata kata itu bisa membuat aku tak berpisah dari teman teman ku yang setia menemaniku selama 6 tahun

  • kehilangan teman yang telah lama berteman dengan kita memang sangat menyakitkan. Aku pernah mengalaminya dan itu sangat sakit sekali. Trauma itu tidak juga menghilang bahkan setelah bertahun-tahun kehilangan.

    Bahkan lebih menyakitkan daripada kehilangan sebuah cinta.

    Kadang, keegoisan masing-masing pribadi membuat kita tidak ada yang mau berani untuk mengalah, atau menjadi mereka yang pertama yang memberi tangan.

  • Pingback: Facebook()

  • Arif Winarso

    Puisi yang indah.. sangat menyentuh bagi orang yang kehilangan arah dengan cinanya yang tak kunjung terbalas…