Kerinduan

Aku gundah,
Malam memberiku semua hitam
Gelap seujung pandangan
Engkau bagaimana?

Sedari pagi,
Hatiku menitahkan satu nama
Tak kunjung lupa
Tak kunjung reda

Banda Aceh, 17 Oktober 2009 – 00:34 WIB

Tak tahan, puisi itu hadir lantas kukirimkan. Namun aku mengirimnya tidak cuma kepada satu orang, ada beberapa orang yang kukirimkan puisi tersebut. Namun anganku, rasaku, dan awangku cuma tertuju kepada satu nama. Sebuah nama yang untuk menyebutnya saya aku tak berani. Terlalu malu. Nama yang lama tidak memberiku kabar. Nama yang mungkin aku telah hilang dari bayangannya.

  • The Butterfly

    Siapa tuh, beni jelek?
    Kalau aq ada ngasi kabar, kan? Berarti bukan aq…
    Sabar, ya..

  • The Butterfly

    Komen aq double, hapusin ya…
    Oia, penyesalan memang datang di akhir. Tiap orang pasti pernah mengalami patah hati. Patah sebelum berjuang.
    Yang penting sabar… OK?