Perempuan dan Defensif

Menurutku, kebanyakan perempuan ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang defensif. Hal tersebut sangat berguna karena posisinya yang diciptakan alam sebagai pengasuh, menjaga anak-anak serta mendidik. Berbeda dengan lelaki yang diciptakan alam dengan sifat agresif, pemburu, dan kepemimpinan.

Mau-tidak-mau, sifat defensif itu menjadi kompulsif di dalam sifat wanita. Bagaimana cara mereka menilai serta berpikir. Jika kita menggunakan algoritma kasar sebuah komputasi, mungkin begini logikanya: tolak semua apapun dari siapapun kecuali dari mereka yang diinginkan.

Ada sebuah kasus yang menarik, tentang perempuan yang defensif dan seorang lelaki yang agresif.

Baca Selengkapnya

Semakin Melekat

Saban hari, ingatan-ingatanku tentangnya semakin melekat. Ya. Hampir tanpa jeda kepada dia yang aku sebut istimewa. Terkadang ketika aku membuka email, aku cuma ingin melihat log kunjungan dia ke tiap halaman di websiteku ini.

Kadang ketika malam tiba, aku pun membuka Yahoo! Messenger-ku lebih lama cuma ingin melihat namanya ada. Terkadang aku membiarkannya, tidak menyapa, karena aku mencoba untuk mengerti betapa sibuknya dia dengan segudang kegiatannya. Cukup hanya melihat nama, hatiku sudah dingin dibuatnya.

Di dalam keheningan, kerinduan tentangnya semakin saja hebat dan berkelebat. Rasanya, 1000 hari yang aku janjikan kepada diriku sendiri terlalu lama datangnya. Aku berusaha membangun pondasi-pondasi punggungku. Aku memang salah. Teramat lalai dalam hidup, membuatku lupa bahwa kelak aku akan hidup sebagai seorang lelaki dewasa yang harus memikul tanggung jawab juga kiranya.

Baca Selengkapnya