Datul Ultah ke 23

Semalam bela-belain begadang ampe jam 00:00 WIB cuma buat ucapin ultah ke Datul.

Awalnya takut juga seh Datul bakal cuekin, tetapi ternyata tidak. Paginya dia balas sms. Senangnya…

Datul, met ultah ya. Moga selalu diberi kebaikan dan sukses skripsinya. Chayoo… jangan pantang menyerah. Kamu pasti bisa!

Kemana Lelaki Melangkah

Sampai sekarang, aku belum tahu, belum memahami, belum mengerti kemana jejak langkah lelaki akan surut atau berhenti sama sekali. Bahkan ketika kaki-kaki lelaki telah mati, akan ada yang menyambung langkah mereka. Akan ada orang-orang yang menjadi panjangan lidah-lidah lelaki. Sungguh, lelaki tak pernah mati.

Kadang aku merasa tersindir. Lelaki mencibirku, “tak selayaknya pria selalu berbicara tentang cinta.

Aku yang ter-kick cuma mesem-mesem saja. Benar kata lelaki. Tak selayaknya pria selalu berbicara tentang cinta, walau cinta adalah variabel dasar manusia. Toh lelaki pun pria adalah manusia. Masih punya hati untuk merasa, juga punya hati untuk bisa disakiti dan sakit hati.

Lantas kemana jejak langkah lelaki harus diarahkan?

Baca Selengkapnya

Bayangan Dusta

Membohongi diri sendiri itu tidak mudah, terutama membohongi hati. Membohongi bahwa cinta itu telah lama mati, padahal aku masih terus mengingatnya dan belum menemukan seorang pengganti. Taman Surga…

Aku lupa, tak pernah ku menghitung hari yang berlalu. Entah berapa lama hatiku masih terus teriris, masih terus perih oleh guratan-guratan rasa sesak yang sulit untuk kuungkapkan. Oleh rasa cinta. Bidadari…

Atau aku pun bingung, mengapa aku mampu setegar ini. Tak ada yang mengajari aku berjalan dalam jalan cinta atau merangkak daripadanya. Tak seperti kecilku ketika ku terjatuh aku tak dipapah, dibiarkan aku terluka agar tegar tulang-tulangku memijak tanah dengan tegak. Tangisanku tak digubris, karena aku sedang berjalan kawan. Berjalan tegak untuk kemudian berlari. Namun tak ada yang pernah memperhatikanku menyusuri jejak-jejak patahan hati, bagaimana dahsyatnya aku ketika mencintai. Sang Putri…

Baca Selengkapnya

Berbicara Tentang Cinta

Lantas cinta itu apa?

Apakah rasa dalam diri yang bergolak, atau cuma nyanyian nafsu yang menggebu? Sumpah, aku tidak mengerti.

Baru ku sadari, ternyata cinta pun memboyong nafsu, terlebih jika awal datangnya cinta dari pandangan, bukan dari kebaikan hati atau kekaguman. Lantas salahkah cinta jika dibarengi dengan nafsu? Sayangnya itu tidak salah sayang, sama sekali tidak salah. Tuhan yang menciptakan nafsu sebagai variabel dasar manusia untuk terus eksis di dunia ini, namun Tuhan pula memberikan akal pada cinta agar nafsu tidak memperbudak cinta, hanya memberi sedikit kembang gula padanya.

Bahkan Yusuf pun memiliki nafsu. Bahkan Daud, bahkan Sulaiman, bahkan Musa.

Ingatkah engkau ketika Tuhanmu berkata dalam kitab yang paling suci dan santun. Saat Dia bercerita: “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan yusuf, dan yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya . Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Q.S. Yusuf : 24)

Baca Selengkapnya