Call Me Hacker !!!

hacker

Call me hacker !!!

Mungkin begitulah kata-kata yang ingin diucapkan oleh para lamerz, script kiddies di seluruh dunia. Mereka membutuhkan pengakuan dari pihak ketiga atas kemampuan mereka. Tak ada yang peduli, maka banyak website bertumbangan.

Seorang hacker cracker akan mencoba menghancurkan website Anda lantas pura-pura dengan tampang yang sok memang bloon pinter menuliskan nama mereka dengan tinta merah dan latar belakang hitam: “You have pwned, patch your system or…” atau sesuatu untuk menunjukkan identitas kelompok mereka biar dianggap memiliki kelas dalam dunia maya hitam tersebut.

Baca Selengkapnya

Melacak: Tahajudku

Tadi, di facebook aku melihat ada postingan group pecinta tahajud. Miris, karena aku telah terlalu lama meninggalkannya. Bukan itu saja, puasa senin-kamis pun telah lama tidak singgah dalam hidupku. Redup, aku futur.

Melacak. Aku mencoba meraba, dimana letak salahku hingga takdirku untuk bertahajud dihapuskan Tuhan dalam buku Lauful Mahfuz, buku kehidupan yang berisi takdir alam. Aku mencoba mengeja jejak, kapan terakhir aku tahajud dan puasa.

Memang ku akui, aku terlalu dalam di dalam lubang ke futuran. Terlalu kotor, malah bangga menjadi abu-abu. Menjadi sosok yang netralistis, sosok yang tidak di kiri juga tidak di kanan. Salahnya, aku terlalu minim keimanan.

Baca Selengkapnya

Ego

Menggelitik. Hari ini aku mulai belajar memperhatikan egoku sebagai bukan bagian dari diriku. Aku menempatkannya di pelosok yang berbeda, dan aku memperhatikannya.

Gila. Begitu banyak keinginan yang ingin dicapai oleh egoisme tersebut. Tak cukup satu dia akan meminta yang lain, dan begitu tak terpenuhi sepenuh amarah menjalar. Dulu, amarah-amarah itu ku pendam. Sekarang, amarah-amarah itu ku pelajari, ku runut dimana letak keegoannya dan kemudian ku ulur hingga reda dia.

Ego itu terus bergolak. Kata guru-guru zaman, “biarkan ego itu mengalir, jangan dibebankan dan jangan pula ditahan, biarkan dia menikmati keegoisannya hingga segalanya menjadi begitu melelahkan dan selepas ego lelah maka jiwa yang memegang peranan. Tugasmu adalah memperhatikan.

Ada beberapa hal yang ego ilusikan pada kita; ketakutan, nilai, rasa, cinta, kebahagiaan, dll. Namun yang diilusikan adalah bagian terendah dari kadar-kadar. Ego memberikan alasan untuk setiap kebahagiaan, dengan memberikan nilai-nilai, rasa, atau ketakutan.

Baca Selengkapnya

Jejak Yang Hilang

Seharian aku stress. Bukan seharian, namun sepanjang tahun ini. Tepatnya sejak awal aku selesai Kerja Praktek (KP) di Arun. Tugas KP yang belum tuntas ku laksanakan, hingga… ah sudahlah, tak perlu rumit kuceritakan. Toh tak akan ada gunanya juga, tak pernah ada penyelesaian dari hanya beberapa komentar pembaca.

Namun ada satu yang kusadari, aku terlalu dalam menyimpan perasaan beku hatiku ini. Hingga kemarin, aku mencoba untuk lepas tertawa namun rasanya hatiku ini sesak. Bertingkah sok lebay namun diriku ini kosong hampa.

Beberapa hal telah ku coba. Apakah itu mengikuti perintah Tuhan atau turut nafsuku dicocok iblis. Semua hal telah, namun rasa sepi sunyi hampa ini tetap absolut tak pernah lekang oleh waktu. Tidak mengendur dia malah semakin menjadi.

Proses peluruhan diriku sedang berlangsung, dan dimulai hari ini.

Baca Selengkapnya

Jejak Setapak Menuju Langit

Langkah-langkah tak boleh terhenti seketika. Harus terus berjalan, melangkah menuju puncak langit. Menuju gelap langit yang tak biru akibat bias lautan, menuju langit hampa dengan hamparan bintang tanpa bingkai bumi yang mengkotakkan. Langit sebenar-benar langit.

“Bagaimana engkau mampu melangkah keluar dari kotak?” Tanya lelaki suatu ketika.

Aku, pria, menjawab. “Dengan sepenuh kekuatan.”

“Bagaimana dengan atmosfir yang membalut kotak? Ketika kau pergi daripadanya, maka secepat itu radiasi angkasa akan menghantammu. Menghancurkanmu, dan melepas rangkamu dari jasad. Kau akan mati detik itu juga.” Lelaki mengingatkan.

Baca Selengkapnya