Tuhan, Aku Lelah
sampah hati February 23rd, 2009
Terkadang aku menjadi begitu lelah, terutama dalam menata hati. Ada banyak bagian yang begitu susah kumengerti, ntah bagaimana Tuhan menjadikannya hingga begitu rumit untuk kupahami.
Bukan hanya perasaan cinta yang harus kutahan agar tak menggebu, atau perasaan sedih yang harus ku urai agar tak menyepi aku dalam lubang hitam pekat tak bermassa. Banyak hal yang masih tak kumengerti tentang rasa, tentang emosi, dan tentang jiwa. Waktu dua puluh tahun belum cukup bagiku memetakan sifat-sifat dasar manusia.
Lelah, aku begitu lelah. Ingin berbaring sejenak untuk melepas penat, namun rasanya akan sangat sulit. Berbaring hibernasi puluhan abad pun tetap tak akan mampu mengangkat rasa letih ini. Rasa yang begitu membuatku menghela nafas panjang. Aku capek!
Tuhan, aku lelah. Aku merasa Engkau mengerti, namun mengapa terus menunda mencabut akar jiwa ini? Tugas apalagi yang belum tuntas?
Aku bukan nabi-Mu, aku juga bukan rasul-Mu, dan aku bukan pula iblis-Mu yang kau tugaskan menggoda manusia. Tak ada tugasku untuk menggiring manusia kepada kehendak-Mu, dan engkau juga tak pula menjadikan aku iblis agar menyesatkan manusia. Jika memang demikian, mengapa terlalu lama engkau memberi aku tempat di dunia?
Apa statusku? Tuhan, sungguh aku kelelahan.
Engkau tahu kan, kadang sikapku seperti malaikat. Namun tak jarang aku menunjukkan wajah iblis dan setan-setan yang Kau kutuk itu. Aku berikan efek dualisme kepada manusia agar mereka mengerti, apapun wajahku adalah tetap aku. Agar mereka mengerti bahwa pemilik segala kegelapan dan cahaya terang benderang adalah Engkau. Agar mereka mengerti, butuh cahaya untuk berjalan dalam jalan gelap menuju-Mu.
Tuhan, aku merasa Engkau terlalu banyak diam terutama terhadapku. Marahkah Engkau? Tidak inginkah Engkau menjadikan aku seperti dahulu, kita saling tertawa saling curhat-curhatan.
Aku curhat tentang masalahku dan Engkau tentang tugas-Mu. Kau selalu membimbingku selaku layaknya guru, hingga hidup pun terdiam tak memiliki ruang untuk cemburu. Aku menyebut nama-Mu seribu kali dan Engkau pun bernyanyi dengan namaku sejuta kali. Sungguh indah, namun itu dulu.
Aku tak mengerti, sejak kapan Engkau mulai diam terhadapku.
Tuhan, sumpah aku teramat lelah.
Berbicaralah, jangan terus diam. Berikan aku petunjuk atau hatiku telah terlalu hitam hingga suara-Mu yang keras mengguntur sama sekali tak kudengarkan?! Atau sudah terlalu tulikah aku?
Tak Engkau gubris air mataku yang terus mengucur dimalam-malamku? Namun terhadap manusia aku tetap tertawa, tersenyum seolah tak ada yang terluka. Padahal sejatinya aku sedang sekarat dan jiwaku yang kehausan amat begitu letih. Menunggu mati.
Tuhan, Engkau tahu apa yang paling kutakutkan? Jika aku bertemu dengan-Mu tanpa perasaan cinta. Aku takut jika aku bertemu dengan-Mu kelak yang ada hanyalah perasaan takut. Sungguh jangan seperti itu. Berikan aku rasa cinta kepada-Mu lebih luas dari dunia dan segala isinya. Agar tak letih aku menunggu kapan Engkau cabut akar jiwa ini.
Tuhan, aku ingin mencium-Mu untuk yang kesekian kali. Sungguh rindu ini memuncak, memberi rasa letih dan harapan cemas, kapan kita akan saling bercinta.
Tuhan, aku menunggu… dalam letih.
Tuhan, jangan terlalu lama. Sungguh aku teramat lelah.

pada waktu 23 February 2009 jam 2:23 pm
Beni… yang ginian mah kebiasaan rahma rahma suka coret2 buku.. Beni, ambo terharu…
pada waktu 23 February 2009 jam 2:29 pm
Keren tuh tulisannya. ema sampe mampus juga gabisa nulis kayk gituh
pada waktu 23 February 2009 jam 2:54 pm
tapi kalo ema dah mampu emang ndak bakal bisa nulis lagi. Pilih nulis apa pilih mampus ??? xixixixi…
Rahma, ayoo donk pemred Shibghah belajar nulis blog
pada waktu 23 February 2009 jam 3:02 pm
tar aja mampusnya. ema bikin skripsi dulu
pada waktu 23 February 2009 jam 3:04 pm
ngapain ngurus skripsi kalo juga ntar mampus… kan di akhirat ndak ditanya masalah skripsi ema
pada waktu 23 February 2009 jam 3:26 pm
Yeahhh paling ga di dunia ga punya utang lagi sama pihak kampuss, brakakakakak
pada waktu 23 February 2009 jam 5:57 pm
Abang ngerti ben…Ini bukan hanya sekedar tulisan. Logika takkan mampu menulis seperti ini, Ini adalah rintihan hati Beni.
Tapi tak perlu merasa lelah seperti itu. Allah masih memberi masa, agar beni tetap bisa berkontribusi untuk umat. Ben… Allah itu mencintai kita lebih dari yang pernah kita bayangkan…Allah dekat dengan hambanya melebihi nadi yang menempel di leher kita…
Allah mencintai kita ben…
pada waktu 24 February 2009 jam 4:23 pm
hmmm,..eh malam beni!!! kabuuurrrr
pada waktu 25 February 2009 jam 12:12 am
Kalau “wattini watzaitun…” itu memang kehendak dia.
Tapi kalau yang begini “Tuhan, sumpah aku teramat lelah”
Dipertimbangkan lagi. Masak bersumpah kepada tuhan,
Sumpah kepada sesama manusia. Entahlah..
BTW, macam kahlil gibran aja. Two Thumups…
pada waktu 25 February 2009 jam 12:14 am
Kontemplasi luar biasa…
pada waktu 25 February 2009 jam 3:49 pm
jangan cepat kali lelah..
jalannya kan masih panjang..
pada waktu 25 February 2009 jam 8:29 pm
Hm, aku ngerti kok..
Hehehe..
Maafin K, ya..
pada waktu 25 February 2009 jam 10:34 pm
Baiquni berkelahi dengan Tuhan?
pada waktu 28 February 2009 jam 6:04 pm
Pa kabar qe,jelek??
Masih capek aje?
pada waktu 2 March 2009 jam 11:03 pm
bencoooong…
pada waktu 12 March 2009 jam 11:34 pm
jangan terlalu banyak berfilsafat..
pada waktu 15 March 2009 jam 1:21 pm
Gw juga lelah, swear deh!!!
pada waktu 31 March 2009 jam 1:16 pm
Baiquni,la tahzan innallaha ma’ana
pada waktu 1 April 2009 jam 11:59 am
Walaupun lelah, tapi harus tetep semangat. karena spirit terpenting ada di dalam jiwa.
la tahzan innallaha ma’ana
pada waktu 18 November 2009 jam 11:15 am
bismillah.
lelah, apalagi ketika jiwa ini yang lelah. entah dengan apa kita dapatkan energi untuk bangkit kembali.
pada waktu 10 March 2010 jam 10:00 pm
Lihat tuh….. Alloh sedang tersenyum lihatin kita..
Kata-Nya..Kejarlah rahmat dan Ridho-Ku,, ntar Ku gendong,.
pada waktu 27 July 2010 jam 12:12 pm
keren pak tulisannya…..
sepertinya masih banyak yang ingi ku baca dari tulisannya…
salam kenal
pada waktu 27 July 2010 jam 12:52 pm
salam kenal juga Icha, terima kasih.
Sering-seringlah berkunjung di blog saya ini.