Tak Pernah Jeda
puisi jiwa March 28th, 2009Bidadari, mengapa tak pernah jeda diriku memikirkanmu?
Ku melihat di langit sana, namamu dalam catatan takdirku
berharap kelak Tuhan tak mengubah nama itu
terlalu dalam pena takdir menulis namamu
dalam catatan takdirku
Semoga Tuhan tidak sedang bercanda
ketika menuliskan namamu dalam namaku
kita laksana satu jiwa dalam dua jasad yang berbeda
bersatu kelak kita dalam alam mayapada
Bidadari,
tak pernah jeda diriku memikirkanmu
sehasta, sedepa, selangkah, selari, secahaya
kau ada dalam ulu hati
menjadi rusukku
Bidadari,
namamu begitu menggangguku
melukis ia tak pernah berhenti
bahkan darahku telah tertulis namamu

pada waktu 28 March 2009 jam 5:08 pm
lagi-lagi si beben berpuisi untuk bidadarinya…
pada waktu 28 March 2009 jam 9:18 pm
wooo…..paten bro,…..
terus berkreatifitas ya.. sampai nafas terakhir,,
salam kenal dari rajak…
pada waktu 29 March 2009 jam 1:35 am
Maukah kau sujud pada Tuhan
tanpa surga
tanpa neraka
tanpa bidadari…
yang menjadi hayalah tiap manusia
dst…..
dst…..
dst…..
lanjut sendiri ah…..
pada waktu 29 March 2009 jam 1:41 am
wah mantap dah saatnya di bukukan siapa tau laris he he
pada waktu 29 March 2009 jam 4:29 pm
Hom hai…
pada waktu 29 March 2009 jam 7:25 pm
pengen ketawa..
macam betol aja..
piss ben :p
pada waktu 1 April 2009 jam 12:49 pm
“Bidadari,
namamu begitu menggangguku
melukis ia tak pernah berhenti
bahkan darahku telah tertulis namamu”:
Nah lom.. Sapa lagi ni??
Aq, ya..
Hehehehe…
Peace!!