Pagiku Segelap Malam

cerita hati Cuma ada 10 komentar »

Orang-orang kata, pagi itu adalah cerah tetapi bagiku pagi tak ada beda dengan malam. Pagi bagiku tetap sama kelam dengan malam yang hitam tanpa bulan dan bintang.

Aku hadir ke dunia dengan tangisan. Sebuah penolakan awal untuk dilahirkan, namun manusia bersorak, mereka bergembira. Kau tahu mengapa? Karena mereka menertawakanku, mereka menikmati aku pada suatu ketika, saat kesepian hadir lebih mengkekalkan daripada bayang-bayang manusia tentang tsunami atau ledakan krakatau yang memisahkan Sumatera dan Jawa.

Aku menghela napas. Mampu kurasa aliran-aliran kesunyian, sepi, hampa menjalari pelosok pori-poriku, menggatali sekujur epidermis dan menggoyang-goyang bulu-bulu kulitku. Demikian kekal adanya, tak akan mampu tersangsikan.

Sekujur pagi aku meringguk. Membalutkan lenganku pada kedua ujung lutut yang kuangkat dalam posisi jongkokku. Kepala tunduk dalam kesendirian. Mengertikah engkau bagaimana pekatnya gelap? Lebih pekat daripada hitam saat malam tak berbulan dan berbintang.

Baiquni bacain donk »

Cahaya, Sepi, dan Waktu

puisi jiwa Cuma ada 5 komentar »

Diantara kelam, ku berharap engkau datang
andai kau tahu bagaimana rasa kesepian
atau ketika malam tak berbintang
dan waktu berhenti berjalan bersama gerakan
seluruh dunia, bayu, dan rotasi terhenti
kita berirama bersama diam

Pernahkah engkau melihat bagaimana cahaya melesat?
diantara pertentangan gelombang dan partikel
tak peduli dia diantara ruang hampa
atau ketika hitam menyelimuti semesta
cahayaku tak pernah sampai ujung surga

Baiquni bacain donk »

Teriakanku Sepi

puisi jiwa Cuma ada 4 komentar »

Jika suaraku cuma hingga laring-laring
terhenti getaran tak menimbulkan bunyi
dan lidahku kelu
menjadi bisu aku

Dan sadarkah engkau?
bagaimana sepi meredam bunyi
memaksa sepi meringkuk erat
dan kebebasan jiwa sekarat dalam badan

Aaaaaggghhhhhhhh……!!!

Runtuhlah langit
kacaukan saja bumi
teriaklah seluruh umat
agar sepi hilang dalam kekalutan
dan sunyi tak pernah singgah dalam kekacauan
itu lebih baik

Goyangkan singgasana Tuhan
agar dia ikut turun bernyayi
menghentak sepi jauh mendesak ke dalam neraka
dan tumpahkan seluruh neraka dan surga
agar bersorak sama-sama kita
dan sepi hanya menjadi mitos
dongeng perkataan orang-orang terdahulu

Baiquni bacain donk »

Hanya Sekedar Kenangan

puisi jiwa Cuma ada 3 komentar »

Ku berdiri, kau malah pergi tinggalkan aku
Ku mengejar, kau pun ketus perkata “Ini yang terakhir darimu”
Ku diam, kau semakin menjauh
Ku mundur, aku mati dihatimu

Malamku lebih dingin, lebih sepi
Dan rusuk memelukku erat
Namun aku masih bisa tersenyum
Karena luka yang amat sangat

Kau tahu?
Tiap doaku namamu selalu ku sebut
Terlalu takut aku
Kau menjadi mangsa buaya
Atau serigala di belantara manusia

Apakah ada yang seperti aku?
Terlalu memperhatikanmu
Bahkan sakit dan sehatmu
Pada bulan-bulan yang selalu berganti

Wahai pecinta mawar
Yang rela terluka saat ingin menyentuhnya
Wahai yang selalu menangis
Yang selalu memiliki benci dijiwa

Sempurna…
Masihkah kau mengingat tentang itu?
Atau kau lebih mengingat yang lain
Usai sudah

Terlalu cemburu
Karena eratnya cinta yang harus dikungkung
Membuatmu tak akan pernah nyaman

Puisi ini hanya sekedar kenangan
Ditulis oleh hati yang merindu
Dari seorang pria: yang kau anggap tidak dewasa

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in