Yang Kalah dan Tersungkur
cerita hati, sampah hati Cuma ada 8 komentar »Berbeda… ini berbeda. Kali ini sungguh berbeda…
Aku seolah menjelma menjadi prajurit kalah perang. Prajurit-prajurit yang tersungkur, setelah lelah kalah melawan nafsu mereka sendiri. Tidak cuma kalah, aku pun menderita, tersiksa, dan tersungkur.
Gontai, lemah… itu aku.
Ramadhan yang dulu pun aku tidak se-tersungkur ini. Bahkan aku masih memiliki sisa-sisa kekuatan walau seminggu kemudian aku seperti tak tersisa pernah menikmati Ramadhan yang begitu syahdu. Episode Ramadhan kali ini begitu kacau, teramat sangat kacau.
Tilawahku hancur-hancuran, tarawehku binasa, infaq dan sadoqah ku minim. Duh gusti, permainan apa lagi ini?
Semoga, aku cepat bangkit.
Futur. Mengapa penyakit itu harus terus mendekam dalam waktu yang lama? Mengapa…

Recent Comments