Lelaki Semua Bintang

cerita hati Cuma ada 3 komentar »

Lelaki itu melihatku sayu, ditepuknya pundakku. Senyumnya belum lagi kering. Dan aku melihat ke atas, jauh ke langit melewati semua bintang. Tanpa ada kelabu dari awan yang bertumpuk, atau ledakan plasma dari ion yang berlonjatan di antara awan. Aku melihat langit dengan amat jernih, seperti ketika gunung pecah saat melihat wajah Tuhan.

Aku rindu. Lama lelaki itu menghilang, bersembunyi di balik diri-diriku yang lain. Aku rindu ingin bertanya, tentang segala langit dan bintang-bintang. Aku rindu tamparannya, aku rindu celotehnya, aku rindu bentakannya. Aku rindu ketika aku bercermin, tak ada wajahku di sana. Aku rindu ketika aku bukan lagi aku.

“Kemana engkau selama ini pergi?” Tanyaku rindu.

“Aku bersembunyi di antara tasbihmu yang hilang, aku bersembunyi dari bibir-bibir keringmu.”

Baiquni bacain donk »

Jejak Setapak Menuju Langit

filsafat Cuma ada 9 komentar »

Langkah-langkah tak boleh terhenti seketika. Harus terus berjalan, melangkah menuju puncak langit. Menuju gelap langit yang tak biru akibat bias lautan, menuju langit hampa dengan hamparan bintang tanpa bingkai bumi yang mengkotakkan. Langit sebenar-benar langit.

“Bagaimana engkau mampu melangkah keluar dari kotak?” Tanya lelaki suatu ketika.

Aku, pria, menjawab. “Dengan sepenuh kekuatan.”

“Bagaimana dengan atmosfir yang membalut kotak? Ketika kau pergi daripadanya, maka secepat itu radiasi angkasa akan menghantammu. Menghancurkanmu, dan melepas rangkamu dari jasad. Kau akan mati detik itu juga.” Lelaki mengingatkan.

Baiquni bacain donk »

Langitku Abu-abu

puisi jiwa Cuma ada 9 komentar »

Mata lelah, mengabur sajalah
Tak perlu dibuka, tutuplah
Tidurlah engkau dan butalah
menulilah tak perlu mendengar
teriak-teriak cuma igauan
mimpi akan segera usai kawan

Langitku abu-abu
tak gelap dia juga tak biru
cuma seperti sketsa buram
ditutupi asap tebal dari hutan yang terbakar
segaris tipis
ketika purnama tak lagi singgah
dan awan putih menjadi tak berwarna

Teriaklah para anakku
jendela waktu terus terbuka
semua memasukinya
dari koruptor hingga esek-esekutor
dari banci tampil hingga orang bugil
darimu aku dan mereka
sejarah tercipta

Gadailah rasa kenyangmu
tak perlu takut dengan ketakutan
tak perlu cemas dengan kecemasan
tak perlu lapar dengan kelaparan
kita adalah pembela-pembela
berdiri di sini untuk terus berteriak
bahwa salah tetap tak pernah menjadi suatu kebenaran

Namun ideo menyumpah menjadi serapah
menuhan kita akan dia
bentrok kita saling sikut untuk siapa yang terbenar
tak pernah menjadi welas
kemarahan dari taring-taring ganas
dan anak-anak hanya akan terluka
dan darah menjadi keringat yang akan terus mengucur
ideo hanya pemikiran sayang
dan Tuhan ada sebelum semuanya terlahir

Cukuplah engkau hidup satu hari
tak perlu ego dengan seribu tahun
satu hari yang jernih lebih berarti dari seribu yang kelabu
di sini pasir anak manusia yang terlentang
diapit jiwa tercerabut paksa
salahkah mereka?
cukup cuma engkau yang mengerti
aku tak lagi mampu merangkai kata

gaudum manga syiala kabambum
durito eman noiwqsja toaakahsgsa
akgausg emhea lalauh
ysncpay xtaagals aksalooo
wjajangalsa lfsamgafasda bogkoo

berbicara dengan kata tak akan bermakna
jika hati tak terbuka
kembali menjadi lingkaran
bahwa dalam setiap kejahatan terdapat setitik putih
dan dalam tiap putih ada hitam

ledaklah semua
serpihan dari abu hasil bakaran
akhirnya
Langitku abu-abu

Baiquni bacain donk »

Bergetar Ia dan Segalanya Bergetar

cerita hati, puisi jiwa, sampah hati Cuma ada 5 komentar »

Bergetar hatiku amat hebat, berdebar kencang tak menentu saat pumbuluh menyempit, aliran darah menjadi begitu kencang, mengguncang nadi. Tuhan, mengapa ini kembali terjadi?

Aku jatuh cinta…

Entahlah, aku tidak mengerti apakah ini cinta atau hanya kekaguman biasa. Namun yakinlah wahai seseorang yang sedang kucintai, ku pastikan engkau tidak akan pernah mengetahui betapa aku mencintaimu. Tak akan kembali aku terperosok seperti dulu lagi, menjadi budak nafsuku dengan menggumbar kata-kata cinta. Aku berjanji, itu tidak akan terjadi lagi.

Tahukah kamu seseorang yang sedang kucintai? Terkadang air mataku menetes, berharap sangat Tuhan mencabut rasa yang mulai mengakar dihatiku ini karena ku mengerti; Sungguh tak pantas diriku bersanding dengan dirimu. Sungguh tak pantas sebelum aku juga memiliki keimanan setangguhmu.

Lelaki mana di dunia ini yang tak ingin mempersunting seorang bidadari? Lelaki mana? Katakan padaku.

Baiquni bacain donk »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in