Cinta Butuh Dewasa

cerita hati Cuma ada 10 komentar »

Jikalau ku mengenang jejak, ada satu pelajaran berharga yang kudapat: Cinta Butuh Dewasa.

Dulu, aku pertama mengenal cinta yang dapat kupahami secara kasat. Aku mampu memberikan cinta, aku mampu menelepon cinta, aku mampu tertawa bersama cinta. Hingga prahara datang, membordirku dalam bentuk yang tidak lagi kupahami.

Sadar. Cinta telah hilang.

Pernah kutanyakan pada cinta, “apakah engkau membutuhkan aku menjadi dewasa? Sungguh aku tidak dewasa.”

Cinta tersenyum. “Tidak.” Begitu katanya.

Awalnya aku paham cinta adalah jujur, hingga ketika prahara datang bahwa semua adalah dusta. Ternyata, cinta butuh dewasa.

Dewasa datang bak hantu blawu. Seperti gundorowo. Aku takut, aku tak berani menyerangnya. Aku ingin cinta bahagia, makanya aku diam. Aku tahu, cinta butuh dewasa.

Aku berlari ke belakang, aku takut. Aku bingung ketika cinta bilang, “kamu jangan lagi menghubungiku, ya!”

Baiquni bacain donk »

Sampai Saat Ini, Aku Masih Cinta

cerita hati Cuma ada 9 komentar »

Pada satu orang aku berkata jujur, “sampai saat ini aku masih cinta.”

Dia minta aku ke rumahnya, ambil tutorial animasi membuat bearing dengan software Blender. Tapi ketika dia memintaku, kukatakan aku tidak bisa.

“Daerahmu terlalu mengundang sejuta kepingan waktu yang ingin ku lupa. Aku tak sanggup!” Ucapku via YM saat itu.

Dia yang tahu problemku cuma terkekeh. Sialan! Umpatku.

Kemudian dia menyindirku dengan perkataan seseorang itu, perkataan seseorang kepadaku yang akhirnya ku tahu cuma alasan picisan. Alasan yang membuatku semakin tidak paham dengan makhluk yang bernama perempuan.

Baiquni bacain donk »

Untuk Seseorang

cerita hati Cuma ada 25 komentar »

Aku memiliki seorang teman, ku menyebutnya lelaki. Seorang yang berjalan dengan ayunan kaki pengkor, lusuh, dan muka yang tak terurus. Sekilas tak ada yang berarti dalam dirinya, dengan sikap lusuh tak terurus siapa yang menyangka ternyata dalam dasar lubuk hatinya tersimpan cinta.

Hujan turun deras hari ini, menguyur bumi memberi harapan pada tanah dan tetanaman. Semoga tidak banjir.

Ketika hujan turun, segalanya bisa tersenyum. Pohon-pohon, hewan-hewan, udara, cahaya, angkasa, angin, hati, semuanya. Namun hujan yang menjadi luap akan sangat tidak mengenakkan, betapa banyak yang menghindari banjir dan bahkan suatu kaum telah terceritakan dalam mushab yang indah untuk menerima takdir pembasmian dengan luapan air. Begitu juga cinta.

Cinta sama seperti air, dibutuhkan namun tidak untuk menjadi luap yang berakibat fatal.

Baiquni bacain donk »

Berbicara Tentang Cinta

filsafat Cuma ada 12 komentar »

Lantas cinta itu apa?

Apakah rasa dalam diri yang bergolak, atau cuma nyanyian nafsu yang menggebu? Sumpah, aku tidak mengerti.

Baru ku sadari, ternyata cinta pun memboyong nafsu, terlebih jika awal datangnya cinta dari pandangan, bukan dari kebaikan hati atau kekaguman. Lantas salahkah cinta jika dibarengi dengan nafsu? Sayangnya itu tidak salah sayang, sama sekali tidak salah. Tuhan yang menciptakan nafsu sebagai variabel dasar manusia untuk terus eksis di dunia ini, namun Tuhan pula memberikan akal pada cinta agar nafsu tidak memperbudak cinta, hanya memberi sedikit kembang gula padanya.

Bahkan Yusuf pun memiliki nafsu. Bahkan Daud, bahkan Sulaiman, bahkan Musa.

Ingatkah engkau ketika Tuhanmu berkata dalam kitab yang paling suci dan santun. Saat Dia bercerita: “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan yusuf, dan yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya . Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Q.S. Yusuf : 24)

Baiquni bacain donk »

Negeri di Atas Awan

cerita hati Cuma ada 7 komentar »

tafa_putra: Mohon Doa Restu dan Kehadirannya pada 11 Februari 2009 akad nikah kami Mustafa Saputra Dengan Silfia Meri Wulandari di Mesjid Taqwa Blangkejeren Kab. Gayo Lues
baiquni: :p
baiquni: ga jadi ama dia kan bang
baiquni: :-<
baiquni: kalo jadi beni patah hati
tafa_putra: yeeeeeeee
baiquni: alhamdulillah
tafa_putra: siapa tu ben
tafa_putra: akhwat di YM kamu
tafa_putra: jilbab putih
tafa_putra: ntar kubilang ama dia
tafa_putra: beni slingkuh
baiquni: dia ndak suka sama beni bang
baiquni: :)
baiquni: mungkin dia telah menemukan sosok pahlawannya
baiquni: ada seh keinginan beni pengen dia jadi pendamping beni
baiquni: tapi apa pantas? seorang baiquni yang terlalu sering futur
baiquni: dia jauh di atas awan
tafa_putra: ya
baiquni: merindukannya seperti membangun negeri di atas awan
tafa_putra: karna beni orang miskin
baiquni: :)
baiquni: karena itu juga
baiquni: takdir beni bukan takdir orang kaya
baiquni: beni pengen istri beni kelak orang yang tahan hidup miskin
tafa_putra: ya

Baiquni bacain donk »

Lelaki dan Cinta

cerita hati, my days Cuma ada 14 komentar »

Lelaki itu nge-BUZZ Yahoo Messenger ku. Aku kira ada apa, mungkin kami akan membangun topik lagi tentang pergerakan-pergerakan Islam, atau tentang sikap kritis dia mengenai partai yang menginjak ranah kampus akhir-akhir ini. Atau tentang Tarbiyah dan masa depannya.

Ternyata tidak. Kali ini kami berbicara tentang cinta.

Lelaki itu sedang jatuh cinta, sekaligus patah hati. Wanita yang dia cintai juga ternyata aku mengenalnya, seorang wanita yang memang kuanggap baik, kritis, cantik, dan agak manja. Wanita itu bernama… ah sudahlah, tak perlulah ku sebut namanya. Biarkan waktu memainkan peran sebagai penjaga rahasia yang baik, hingga jika tiba waktunya semua akan terungkap dengan indah.

Kadang aku merasa lelaki itu patetik, sama sepertiku. Selalu tersungkur, terjungkal, dan kalah oleh cinta. Dan sekarang, dia mencoba-coba bermain api.

“Apa yang membuatmu menyukainya?” Tanyaku suatu ketika.

“Dia berbeda Ben,” jawab lelaki tersebut. “Tidak seperti wanita pada umumnya. Dia surfive. Dia kritis. Dia memiliki hidup. Dia memiliki jiwa.”

Baiquni bacain donk »

Bahkan Lelaki Pun Menangis

cerita hati, my days, sampah hati Cuma ada 6 komentar »

Bahkan lelaki pun menangis…

Barusan aku membaca blognya Rifka, ternyata dia baru saja mencoba menulis sebuah cerita. Judulnya Jangan Lagi Satria*.

Membaca ceritanya aku seperti membaca masa laluku, tentunya dengan tokoh, karakter, setting, dan alur yang berbeda namun memiliki garis besar yang identik. Sebuah pengakuan masa lalu yang ingin ku kubur dalam-dalam. Sebuah corengan dimukaku.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra : 32)

Dulu, teramat dulu aku pernah menyukai seorang wanita. Seorang wanita yang dengan keinginan kuat ingin kunikahi, tentunya aku ingin menikahi dirinya sebagai aku yang dewasa, bukan aku yang dulu yang masih terlalu kekanak-kanakan dan tidak mampu mandiri. Wanita itu amat begitu berarti bagiku, bahkan antara dia dan illah seperti hanya dibatasi oleh garis tipis. Aku terlalu memujanya.

Wanita itu dengan berlangsungnya waktu lebih aku cintai daripada sang puteri. Walau mungkin hingga saat ini dia tidak akan pernah menyadari betapa berartinya dia bagiku, tetapi itu dulu. Aku menyebutnya: Taman Surga.

Baiquni bacain donk »

Bergetar Ia dan Segalanya Bergetar

cerita hati, puisi jiwa, sampah hati Cuma ada 5 komentar »

Bergetar hatiku amat hebat, berdebar kencang tak menentu saat pumbuluh menyempit, aliran darah menjadi begitu kencang, mengguncang nadi. Tuhan, mengapa ini kembali terjadi?

Aku jatuh cinta…

Entahlah, aku tidak mengerti apakah ini cinta atau hanya kekaguman biasa. Namun yakinlah wahai seseorang yang sedang kucintai, ku pastikan engkau tidak akan pernah mengetahui betapa aku mencintaimu. Tak akan kembali aku terperosok seperti dulu lagi, menjadi budak nafsuku dengan menggumbar kata-kata cinta. Aku berjanji, itu tidak akan terjadi lagi.

Tahukah kamu seseorang yang sedang kucintai? Terkadang air mataku menetes, berharap sangat Tuhan mencabut rasa yang mulai mengakar dihatiku ini karena ku mengerti; Sungguh tak pantas diriku bersanding dengan dirimu. Sungguh tak pantas sebelum aku juga memiliki keimanan setangguhmu.

Lelaki mana di dunia ini yang tak ingin mempersunting seorang bidadari? Lelaki mana? Katakan padaku.

Baiquni bacain donk »

Alhamdulillah

cerita hati, my days, sampah hati Cuma ada 7 komentar »

“Ben, si Datul dah pacaran ya sama Yuna?” Tiba-tiba aja kak Dar ngomong gitu.

“Hah, kak Dar kenal sama Yuna?” Tanyaku.

“Ya lah, dia kan abang letting kak Dar. Kami panggil dia papa.” Jawab kak Dar. “Dia serius sama datul, mo nikah.”

“Dia orangnya gmn? Baik?” Tanyaku

“Iya.” Jawab kak Dar.

“Apa dia suka mainin cewek?” Lanjutku.

“Enggak.” Jawab Kak Dar.

Baiquni bacain donk »

Surat Untuk Cintaku

cerita hati, my days, puisi jiwa Cuma ada 18 komentar »

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu… aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in