Segala Suntuk
sampah hati November 23rd, 2008Suntuk itu hadir kembali.
Terus menerus menggempurku. Melelehkan cinta dan empati seolah aku tidak pernah peduli dengan semua itu, tidak pernah peduli!
Mereka keheranan, “Ben, bagaimana engkau bisa berubah demikian cepat? Bahkan cinta tak membuatmu berpaling.”
Suntuk membuatku tak menghiraukan mereka. Terlalu lelah aku, telah terlalu lelah. Suntuk telah menyita segala ruang hati, bagai lubang hitam yang menghisap apapun.
Tuhan, bagaimana bisa engkau ciptakan satu rasa dalam diriku yang seperti sedemikian ini!
Dan aku pun berlari mengitari sahara, mengitari semua kutub dan benua. Membawa obor kegelapan dari jutaan tempaan hening. Dan kesunyian menjadi begitu nyata… TAK TERGUGAT.
Tuhan, sampai berapa lama rasa ini tetap ada?
Cinta datang menyembah kepadaku, “gantikan aku dengan rasa sepi itu,” pintanya.
“Andai aku bisa,” jawabku.
Dan keheningan telah mengkanker ganas dalam diri ini. Berdiri kokoh dengan status quo-nya.
Segala Suntuk! Sungguh itu ada

pada waktu 23 November 2008 jam 4:29 pm
eits..
jgn sampe bunuh diri yo…
he he..
pada waktu 23 November 2008 jam 4:31 pm
hmmm.hmmm.hmmm..hm….
Tuhan, sampai berapa lama rasa ini tetap ada?
sampe mati ben….wakwkakaw
pada waktu 23 November 2008 jam 4:36 pm
whatever….
enjoy iT…
pada waktu 23 November 2008 jam 4:38 pm
Sampai kapan dirimu menipu diri, dunia tak seluas daun kelor. Klo ada niat tuk gapai cinta bersama sang bidadari, berjuanglah wahai teman. Jangan pernah keluar kata2 “aku menyerah dech”, teruslah bejuang sampai bidadari itu bersujud dihadapanmu lantas dia berkata “daku skarang milikmu seorang”. Sifat pecundang selalu menganggap kesempatan emas adalah rintangan besar, belajarlah pada orang2 sukses dalam bercinta……………….
pada waktu 23 November 2008 jam 4:58 pm
kenapa atuh ben
pada waktu 23 November 2008 jam 7:40 pm
susah senang silih berganti
mendekap erat
mencumbu jiwa kita
sebab hidup hanyalah permainan
senda gurau
yg kan berakhir
pasti
pada waktu 24 November 2008 jam 8:42 pm
Makanya refreshing donk biar ga suntuk