Menilai Secara Adil

Terlalu sering, kita, ego kita, sekutu kita, menilai sesuatu dengan timpang dengan sudut pandang keegoisan. Segala sesuatu yang boleh jadi benar namun ketika dilakukan oleh orang-orang yang kita benci akan dianggap sebagai suatu kesalahan.

Jadilah Bumi

Ada berapa ribu gempa yang terjadi setiap hari di bumi? Badai yang memporak-porandakan. Laut yang menelan. Namun bumi ini tidak pernah sedetik pun berhenti berputar. Aku seharusnya menjadi bumi. Tidak terhenti ketika begitu banyak masalah menghantam bertubi. Terlebih, jika itu soal cinta. Kesepakatan. Aku belajar banyak dari kawanku bahwa kesepakatan tidak berarti apapun! Si nomor … Continue reading Jadilah Bumi

Menulis dengan Hati

Si Jo Na menulis sebuah artikel yang berjudul “Menulis dengan Hati” dan aku ingin menuliskan pengalaman yang serupa. Sebenarnya, menulis dengan hati itu masih merupakan ilmu baru bagiku, sebelumnya aku masih berkutat dengan rima dan diksi. Jadi, kebanyakan tulisanku selalu aku usahakan memiliki rima dan diksi yang mudah mengena di hati jika dibaca keras atau … Continue reading Menulis dengan Hati

Delik Pembelaan

Berikut ini merupakan sebuah Delik Pembelaan tentang karyaku yang berjudul Melata Seperti Sundal yang dibedah pada tanggal 25 Oktober 2009 di FLP Aceh. Pembedahnya adalah kak Ega dan Liza. Sebenarnya pembedahan karyaku tersebut di luar jadwal seharusnya. Jadwal bedah karya episode 25 Oktober 2009 adalah karya Riza Rahmi dengan judul Jangan Khianati Abu dan karya … Continue reading Delik Pembelaan