Aku Kesepian

Aku sering merasa kesepian. Selalu. Hidupku cuma terbentuk dari ruang 3×3 meter dengan pendingin ruangan yang sesekali meneteskan air karena bocor. Berkeliling tumpukan kertas yang terserak. Kabel yang semberaut. Air mineral. Dan tisu-tisu bekas yang belum juga masuk ke dalam tong-tong sampah terdekat.

Read More

Ruang Hati

Kemarin, aku memiliki sebuah ruang yang kunamakan ruang hati. Di tempat itu aku sering berteduh, bercerita, dan sesekali curhat tentang aku dan kehidupanku. Namun, ruang itu sekarang ketika aku melihat sudah disegel. Sebuah papan bertuliskan: “SEDANG DIRENOVASI” ditulis besar-besar menghalangi pintu masuk. Aku bingung. Gundah. Tak mengerti. Ruang itu terlalu sering aku gunakan, ketika hujan […]

Read More

Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta. Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah. Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak […]

Read More

Tak Sama Lagi

Menulis, seharusnya, selain pelepasan apa yang ada di benak, juga seperti meracik bumbu masak. Dan sekaligus, menulis juga berarti membaca ulang setiap informasi yang tersimpan di dalam memori kita untuk disampaikan ke khayalak. Begitulah menulis menurutku. Tanpa dengan banyak membaca, mustahil menulis dengan tulisan yang sarat informasi.

Read More