Ruang Hati

Kemarin, aku memiliki sebuah ruang yang kunamakan ruang hati. Di tempat itu aku sering berteduh, bercerita, dan sesekali curhat tentang aku dan kehidupanku. Namun, ruang itu sekarang ketika aku melihat sudah disegel. Sebuah papan bertuliskan: “SEDANG DIRENOVASI” ditulis besar-besar menghalangi pintu masuk. Aku bingung. Gundah. Tak mengerti. Ruang itu terlalu sering aku gunakan, ketika hujan … Continue reading Ruang Hati

Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta. Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah. Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak … Continue reading Sepi yang Menghujam

Bank Mandiri. Tidak Melayani dengan Sepenuh Hati

Jujur, this is the 1st time gw kecewa dengan pelayanan Bank Mandiri. Benar-benar kecewa! Apalagi disaat gw bener-bener butuhin support mereka, dan gw benar-benar kecewa. Senyum mereka cuma ada kalau gw mau nabung ajah. Huh, mana biaya-biayanya banyak lagi yang dipotong tiap bulan. Ceritanya gene lho. Hari ini, tanggal 12 Juni 2007 gw niat nabung … Continue reading Bank Mandiri. Tidak Melayani dengan Sepenuh Hati

Draft

Beberapa hari terakhir ini aku cuma menuliskan draft blog. Entah mengapa, ide utama selalu gagal aku sajikan seutuhnya, lantas merasa sayang jika itu hilang, maka aku simpan sebagai bentuk draft. Ada beberapa catatan kaki juga hati yang hendak aku posting, namun aku merasa ragu untuk mempublikasikannya. Rasa-rasanya tidak begitu bagus dan terlalu mewek. Untuk menulis … Continue reading Draft