Memendam Rindu

Seseorang menuliskan namaku, “Muhammad Baiquni” di Google. Aku hanya tahu saja, apa yang terjadi pada seseorang itu. Aku cuma tahu, tidak lebih. Nama-nama yang melumat hatinya mengalir pelan lewat ketikan-ketikan jemarinya. Memaksanya untuk melihat, membuka kerinduan, walau sekedar memandangi nama dan tempat seorang lelaki membongkar kata-kata. Incoming search terms:doa agar dilupakan seseorangdoa agar dilupakan orangdoa […]

Baca Selengkapnya

El, Aku Rindu

Peluhku belum lagi kering, tanah masih membara, dipandu terik mentari menyengat. Tanah ini tidak berpasir, namun retak seperti merekah sepenggal. Warnanya kuning, keruh. Aku berjalan, langkahku gontai. Seperti telah habis tenaga, napasku cuma tinggal satu-satu. Bahkan untuk menghirup dan membuang napas, aku seperti kehilangan tenaga. Terik mentari membuatku sangat lelah. Namun rindu lebih membuatku kebingungan. […]

Baca Selengkapnya

Siapa Dia?

Basi! Sia-sia! Entah langit, entah bumi, yang walau memiliki semua cerita dari awal mula ada namun tidak juga memberiku jawab. Aku kadang teramat bingung: bumi kenapa bisu, dan langit mengapa hadir tanpa suara. Alangkah elok jika mereka juga mampu berbicara, saat ada anak manusia gusar ingin bertanya maka bolehlah barang satu dari mereka yang mencoba rumuskan sebuah jawabannya.

Baca Selengkapnya

Puisi Cahaya

Sudah lama tidak menulis puisi. Kalau seseorang yang suka puisi itu jarang membaca dan menuliskan puisi, maka ruh kata-katanya akan hilang atau sering manusia bumi katakan akan tumpul. Jika engkau menyukai puisi, jangan berhenti dengan cuma menikmati atau membaca puisi. Tuliskan setiap puisimu, tentang napas yang berganti yang menemani hidupmu, tentang setubuh antara engkau dan […]

Baca Selengkapnya