Kisah Cinta Seorang Dinda

Suami saya adalah seorang jurnalis, saya mencintai sifatnya yang spontan dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika bersandar di bahunya. Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa letih, lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya … Continue reading Kisah Cinta Seorang Dinda

Siapa Dia?

Basi! Sia-sia! Entah langit, entah bumi, yang walau memiliki semua cerita dari awal mula ada namun tidak juga memberiku jawab. Aku kadang teramat bingung: bumi kenapa bisu, dan langit mengapa hadir tanpa suara. Alangkah elok jika mereka juga mampu berbicara, saat ada anak manusia gusar ingin bertanya maka bolehlah barang satu dari mereka yang mencoba rumuskan sebuah jawabannya.

Selagi Masih Sempat

Kebanyakan dari kita, mungkin selalu terlambat untuk mengungkapkan rasa sayang kepada orang tua kita. Mungkin, hanya ada tetes air mata kerinduan setelah mereka pergi, namun saat mereka masih bersama-sama kita, saling tertawa atau berbagi rasa, kita seperti melupakan kehadiran mereka. Dan setelah masa keberpisahan itu tiba, baru kita sadar, betapa kita mencintai mereka.

Namaku Kathmandu

Aku juga menyimpan segenggam pasir dari tanah yang pernah disinggahi oleh nabiku. Pasir itu kumasukkan ke dalam sebuah kantung yang kukalungkan dileherku. Sesekali jika cintaku telah begitu melangit maka aku berdiam sejenak, kutundukkan kepalaku ke tanah lantas kantung pasir itu kuciumi. Aku seperti sedang menciumi kaki nabiku.

Cinta Butuh Memahami

Cinta butuh memahami? Pasti! Entah mengapa rasanya aku ingin menulis tentang cerita ini. Bahwa, cinta terkadang berjalan cuma satu arah. Betapa pun kita mencintai seseorang dengan secinta-cintanya, namun kadang orang yang kita cintai tiada mampu membalasnya, bahkan merasa risih. Betapa pun orang tua kita mencintai kita, terkadang kita membalasnya dengan sekedar. Bahkan tidak jarang kita … Continue reading Cinta Butuh Memahami

Sudahlah Pria, Tak Perlu Menangis Hanya Karena Cinta

Sudahlah pria, tak perlu menangis hanya karena cinta‚Ķ Tiba-tiba saja pria di sampingku bertutur demikian. Yah, aku memang sedang menangis. Menangisi diriku sendiri, menangisi cintaku. Rasanya telah terlalu lama aku bersabar, terlalu lama. Rasanya tak ada lagi yang ingin aku simpan untuk hanya menjadi beban, rasanya ingin ku ungkap semua rasa. Ingin ku ungkap semua … Continue reading Sudahlah Pria, Tak Perlu Menangis Hanya Karena Cinta