Namaku Kathmandu

Aku juga menyimpan segenggam pasir dari tanah yang pernah disinggahi oleh nabiku. Pasir itu kumasukkan ke dalam sebuah kantung yang kukalungkan dileherku. Sesekali jika cintaku telah begitu melangit maka aku berdiam sejenak, kutundukkan kepalaku ke tanah lantas kantung pasir itu kuciumi. Aku seperti sedang menciumi kaki nabiku.

Google Adsense Di Banned

Sekitar 1 jam yang lalu aku cek email, ada surat dari google, katanya akun google adsense disable. Betapa sedihnya aku, katanya ada invalid click, padahal aku ngak ngerti wong aku saja tidak pernah klik link google adsense punyaku sendiri, kok ya ada namanya invalid click. Berikut ini adalah email yang diberikan oleh pihak Team Google […]

Berhenti Membaca

Aku TIDAK memiliki tekad untuk BERHENTI membaca, namun membaca membuat aku semakin sesak. Jantungku selalu berdebar lebih kencang saat membaca, suatu fase yang aku sendiri tidak paham. Buku-buku semakin aneh. Aku bingung dengan laku yang diceritakan pada setiap buku. Aku semakin tak paham, tak juga mampu tuk dimengerti. Kadang kisah dalam buku adalah kisah-kisah yang […]

Cinta Tanpa Kelamin

Ya, aku mencintai lelaki itu. Jangan berburuk sangka bahwa ini adalah percintaan sejenis. Bukan, ini adalah cinta tanpa kelamin. Lelaki yang kucinta itu adalah lelaki yang selalu kurindu. Aku teramat salah kepadanya. Cintaku yang membuta, menjadikan nasipnya nestapa. Aku terlalu cinta, tak kusadari telah terlalu jauh aku mengguncang pribadinya. Aku salah. Aku berdosa. Cintalah yang […]

Laskar Patah Hati

Lama aku tak menulis cerita cinta. Kadang, menurut pendapat beberapa orang yang membaca blog ini, jika aku telah menulis cerita cinta, entah itu kesedihan atau apalah, mereka merasa terhanyut dan seperti merasakan apa yang aku rasakan. Kalau kulihat, tulisanku jarang melakukan ekspolarasi bahasa dan bahkan terlalu verbal. Aku mendikte perasaanku kepada para pembaca, memaksa mereka […]

Kemana Lelaki Melangkah

Sampai sekarang, aku belum tahu, belum memahami, belum mengerti kemana jejak langkah lelaki akan surut atau berhenti sama sekali. Bahkan ketika kaki-kaki lelaki telah mati, akan ada yang menyambung langkah mereka. Akan ada orang-orang yang menjadi panjangan lidah-lidah lelaki. Sungguh, lelaki tak pernah mati. Kadang aku merasa tersindir. Lelaki mencibirku, “tak selayaknya pria selalu berbicara […]