Wanita dan Tangisan

Wanita itu datang kepadaku dengan muka memar biru. Wajahnya lebam-lebam, dapat kulihat dia begitu tersiksa. Air matanya meleleh, seolah melolong teriak minta tolong. Tangannya menutup wajah, suaranya goyah, air mata jatuh disela-sela jemari halusnya. Kasihan. Terisak, dia menangis sedu-sedan. Jika manusia melihatnya, tak ada seorangpun yang tak akan iba. Wanita, mengapa selalu tersakiti? “Lho, kamu … Continue reading Wanita dan Tangisan

Melata Seperti Sundal

Aku makan perempuan itu. Bulat-bulat. Mentah-mentah. Tidak peduli ujung akhir kisah. Entah dia menangis atau bahagia. Aku tidak memikirkan itu kini, aku cuma memikirkannya. Bukan salahku, aku tak memaksa. Dia yang berkata iya. Awalnya seperti ilusi. Antara yakin dan tidak. Dikerumunan aku melihat dia, bagai pualam putih diantara batu nan kokoh. Sayang, dia rapuh. Semua … Continue reading Melata Seperti Sundal

Surat Untuk Yang Tersakiti

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti. Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini. Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti, Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan … Continue reading Surat Untuk Yang Tersakiti

Long Long Ago

Iseng-iseng saya membuka buku-buku lama waktu MTsN (setingkat SMP .red) dulu. Lucu, itu kesan saya. Sedikit-sedikit saya mulai cekikikan, ada aja tingkah saya selama MTsN dulu. Buku yang saya buka ini adalah buku diary saya dulu, namun tidak seperti diary pada umumnya. Saya lebih banyak menulis cerita di sana, puisi, bahkan cerita berantai dan teka-teki … Continue reading Long Long Ago