Cinta Tanpa Kata

Seseorang membaca blogku dan mulai berbicara. “Cintamu tidak sedalam cinta yang aku punya.” Saat itu aku tidak membalas apapun yang hendak dikatakannya. Aku cuma diam, takzim, mendengarkan runut cerita berikutnya. Engkau mencintai dengan kata-kata, dengan berbicara, dengan berbahasa. Engkau bercerita di mulut keduamu ini, tentang segala hal yang engkau rasa. Pitin-pitin hati yang memilin. Sebuah […]

Baca Selengkapnya

Si Baik Hati yang Aku Cinta

Bidadari ketiga mungkin akan kusebut dengan si baik hati. Kebaikannya menjadi inspirasiku. Aku mencintainya karena kebaikan hatinya. Betapa kagumnya aku atas kebaikan yang ada di dalam dirinya dan usahanya untuk menjadi lebih baik. Sungguh, aku begitu tersilau dan terpesona sehingga tanpa sadar hatiku berdebar menjadi tidak menentu dan hingga mampu kupastikan bahwa: itu adalah cinta. […]

Baca Selengkapnya

Aku Kesepian

Aku sering merasa kesepian. Selalu. Hidupku cuma terbentuk dari ruang 3×3 meter dengan pendingin ruangan yang sesekali meneteskan air karena bocor. Berkeliling tumpukan kertas yang terserak. Kabel yang semberaut. Air mineral. Dan tisu-tisu bekas yang belum juga masuk ke dalam tong-tong sampah terdekat.

Baca Selengkapnya

Bagaimana Dengan Bidadari

Lelaki itu berdiri di depanku. “Bagaimana dengan bidadari?” tanyanya membuka kata. Aku terhenyak, baru-baru datang dalam ruang tanpa dimensi, dia malah bertanya itu. Aku diam tak menjawab pertanyaannya. Bagiku, jawaban atas pertanyaan itu bukanlah sekarang, ketika akupun belum dapat menentukan sosok bidadari itu. “Mengapa diam?” desaknya. Bidadari terakhir bagiku adalah “dia“, namun kami telah lama […]

Baca Selengkapnya