Menikmati Kesendirian

Jalan hidupku dituliskan dengan aksara sepi dalam buku panduan takdir. Aku melihat, kata-kata sepi, sendiri, dan terasing mencakup hampir seluruh buku takdirku. Tuhan menuliskannya dengan santai, seperti sedang melukis, dengan senyum; memberi aku takdir kesepian. Aku pun tersenyum. Pernah aku bertanya, seperti seorang anak lugu nan polos. “Apa itu sendirian Tuhan?” Tuhan mendekapku, membelai rambutku … Continue reading Menikmati Kesendirian

Pagiku Segelap Malam

Orang-orang kata, pagi itu adalah cerah tetapi bagiku pagi tak ada beda dengan malam. Pagi bagiku tetap sama kelam dengan malam yang hitam tanpa bulan dan bintang. Aku hadir ke dunia dengan tangisan. Sebuah penolakan awal untuk dilahirkan, namun manusia bersorak, mereka bergembira. Kau tahu mengapa? Karena mereka menertawakanku, mereka menikmati aku pada suatu ketika, … Continue reading Pagiku Segelap Malam

Meradang Sepi

Meradang Sepi, gigilku mengguncang bumi langitpun patah-patah “Mengapa kesepian bisa sedemikian hebat?” dan Tuhanpun terbahak lampion-lampion telah kumatikan semua tak pernah ada yang tahu ssttt… aku meringkuk sendiri pojok sudut ruang dingin pengap dan lembab jangan ada yang tahu: aku sedang meradang sepi Cinta bergelut memaksaku memayapada namun aku berontak “biarkan aku sendiri!” menikmati keindahan … Continue reading Meradang Sepi