Kebencian

Kebencian-kebencian itu menggeletikku, merengek-rengek seperti anak kecil meminta untuk dilepaskan. Sebahagian telah kulepaskan, namun terlampau besar untuk semua diutarakan. Amarah-amarah yang terus dipendam menjadi sampah hati. Mereka yang tidak bersalah menjadi korban, dan yang kecil pun berkobar membara menjadi hutan api. Ahh… Mengapa sebagai makhluk aku harus terlalu memperhitungkan? Mengapa harus mengeja bahwa tiap kebaikan … Continue reading Kebencian

Suara Yang Tertahan

Andai kita mampu jujur sesama kita, bahwa kebosanan bukanlah suatu aib. Andai aku, mereka, dia, dan mungkin kamu bisa saling jujur antara sesama kita. Tentang rasa bosan dan penat di antara kita, dan kita mencoba saling terbuka tentang rasa bosan itu. Dan tak perlulah rasa sakit hati mendarah di dalam dada ketika kita tahu bahwa ternyata kitalah yang menjadi obyek rasa bosan tersebut.

Benci

Entah mengapa, aku tidak suka jika seseorang menyimpan energi kebencian di dalam dirinya. Sama seperti tidak sukanya aku kepada dia yang telah membenci diriku. Dan aku pun tidak suka kepada diriku sendiri yang membenci seseorang yang memang patut untuk dibenci. Dan seseorang yang sedang aku cintai ternyata sedang memendam sebuah kebencian, kepada seseorang yang dia … Continue reading Benci