Sepi yang Menghujam

Aku sepi menjalar sumsum. Ingin bersamamu hingga akhir zaman. Aku tak kuasa untuk temukan jasad. Maaf, karena cuma sebegini aku mampu cinta. Kesepianmu adalah kesepianku juga. Kekalutanmu adalah kekalutanku juga. Demikianlah. Bukankah Tuhan pernah berkata, jika Aku telah cinta maka Aku akan menjadi matamu, Aku akan menjadi kakimu, Aku akan menjadi tanganmu. Sayangnya, aku tak […]

Read More

Debur Ombak

Mengapa lautan terus berombak? kepan mereda seperti aliran sungai yang mengalir kemana dia bermuara Lelaki itu, lelaki yang menemani 23 tahun hidupku berdiri di ujung ombak, sedikit kakinya berpasir, basah. Telah separuh kain celananya pun ikut basah, namun dia seperti tidak hirau. Tidak juga dia mengangkat celana itu hingga ke lutut seperti yang orang-orang lakukan. […]

Read More

Logaritma, Aku Terkagum

Diantara semua sahabat, ada seorang yang membuatku bangga. Aku ingin dia tak tahu betapa bangganya aku terhadapnya, karenanya marilah kita beri dia inisial “Logaritma“. Aku punya beberapa sahabat, namun tak ada yang sedrastis dia. Keinginannya menjadi manusia yang terbaik dalam menjalankan agama membuatku terkagum. Engkau tahu kawan? Banyak kulihat orang-orang yang dulunya baik namun melemah […]

Read More

Ego

Menggelitik. Hari ini aku mulai belajar memperhatikan egoku sebagai bukan bagian dari diriku. Aku menempatkannya di pelosok yang berbeda, dan aku memperhatikannya. Gila. Begitu banyak keinginan yang ingin dicapai oleh egoisme tersebut. Tak cukup satu dia akan meminta yang lain, dan begitu tak terpenuhi sepenuh amarah menjalar. Dulu, amarah-amarah itu ku pendam. Sekarang, amarah-amarah itu […]

Read More