Derita Setengah Hujan

Dalam keadaan apa menurutmu sesuatu itu paling menderita? Aku kata, dalam keadaan setengah. Tidak memuncak, tidak juga membumi. Pertengahan diantara keduanya. Itulah hal yang paling sangat membuatmu derita. Jikalah kita ambil misal tentang cinta. Yang paling berbahagia itu adalah ketika kedua telapak bertepuk tangan. Anggaplah dia itu satu. Dan setengah adalah ketika telapak cintamu cuma … Continue reading Derita Setengah Hujan

Mungkin Jodoh

Aku teramat sering merindukanmu Menunggumu seringnya dalam diam Berkaca di layar yang penuh dengan aksara Melihatmu bercerita tentang segala hal Walau sejujurnya, yang aku tunggu :kau bercerita tentangku Pikiranku terbang Di awan yang tidak putih Dan langit tidaklah serupa bumi Di sini, setiap rintik hujan Jatuh menetes, membentuk namamu Dari seluruh perjumpaan Ingin rasanya aku … Continue reading Mungkin Jodoh

Sekufu

Sekufu. Dulu aku mengira bahwa sekufu itu adalah persepsi dari tingkatan iman, sehingga suatu hari aku diingatkan: “siapa yang mampu menilai tingkatan iman seseorang kecuali Allah?” Aku merenung. Dia benar. Salah satu yang terbaik dalam mencari pasangan nikah adalah sekufu. Sekufu yang berarti bersederajat. Jika seseorang itu dari seorang bangsawan, alangkah lebih baik jika pasangannya … Continue reading Sekufu

Rontokkan Saja Langit

RONTOKKAN SAJA LANGIT! Tiba-tiba saja lelaki itu berteriak demikian. Keras, tegas, menggetarkan. Teriakan yang bukan hanya dari kerongkongan atau suara yang menyapu laring-laring. Itu teriakan hati, sebuah pemberontakan jati diri. JIKA DIA MENJADI PENYEKAT ANTARA AKU DAN TUHAN, LEBIH BAIK LANGIT ITU RUNTUH. Tersigap, aku mulai menepuk pundaknya. “Mengapa kau menghujat langit wahai lelaki?” Lelaki … Continue reading Rontokkan Saja Langit