Berbagi Hati

Saat pertama aku mengambil hati pemberiannya. Aku merasakan apa yang tidak pernah aku rasakan dari hatiku sebelumnya. Ini lebih dari sekedar kehangatan. Ada jutaan haru yang terikut serta. Aku tidak bisa ucap apapun, tidak juga terima kasih, selain air mata.

Read More

Barisan Yang Tertipu

Jika mau jujur, aku adalah termasuk mereka golongan barisan yang tertipu. Entah menipu diri sendiri, atau tertipu oleh diri sendiri. Sekejap aku tersadar, namun dalam kejapan yang lain semua kembali terlupa. Karenanya kali ini aku catat, agar aku tidak kembali lupa.

Read More

Ruang Hati

Kemarin, aku memiliki sebuah ruang yang kunamakan ruang hati. Di tempat itu aku sering berteduh, bercerita, dan sesekali curhat tentang aku dan kehidupanku. Namun, ruang itu sekarang ketika aku melihat sudah disegel. Sebuah papan bertuliskan: “SEDANG DIRENOVASI” ditulis besar-besar menghalangi pintu masuk. Aku bingung. Gundah. Tak mengerti. Ruang itu terlalu sering aku gunakan, ketika hujan […]

Read More

Adakah Aku di Hatimu?

Tak henti aku bertanya, adakah aku di hatimu? Kapankah waktu akan bermula, untukku mulai berakar di hatimu. Untukku mampu menjajah hati seseorang yang selama ini begitu kupuja. Inginku kuat mengambil hati itu, lantas kusimpan, kujaga, kurawat, dan tak akan kembali kuberikan air mata kepada hati itu. Cukup aku yang menangis, untuk semua waktu yang telah […]

Read More

Laskar Patah Hati

Lama aku tak menulis cerita cinta. Kadang, menurut pendapat beberapa orang yang membaca blog ini, jika aku telah menulis cerita cinta, entah itu kesedihan atau apalah, mereka merasa terhanyut dan seperti merasakan apa yang aku rasakan. Kalau kulihat, tulisanku jarang melakukan ekspolarasi bahasa dan bahkan terlalu verbal. Aku mendikte perasaanku kepada para pembaca, memaksa mereka […]

Read More