Cinta Tanpa Kelamin

Ya, aku mencintai lelaki itu. Jangan berburuk sangka bahwa ini adalah percintaan sejenis. Bukan, ini adalah cinta tanpa kelamin. Lelaki yang kucinta itu adalah lelaki yang selalu kurindu. Aku teramat salah kepadanya. Cintaku yang membuta, menjadikan nasipnya nestapa. Aku terlalu cinta, tak kusadari telah terlalu jauh aku mengguncang pribadinya. Aku salah. Aku berdosa. Cintalah yang … Continue reading Cinta Tanpa Kelamin

Cinta Butuh Memahami

Cinta butuh memahami? Pasti! Entah mengapa rasanya aku ingin menulis tentang cerita ini. Bahwa, cinta terkadang berjalan cuma satu arah. Betapa pun kita mencintai seseorang dengan secinta-cintanya, namun kadang orang yang kita cintai tiada mampu membalasnya, bahkan merasa risih. Betapa pun orang tua kita mencintai kita, terkadang kita membalasnya dengan sekedar. Bahkan tidak jarang kita … Continue reading Cinta Butuh Memahami

Menilai Secara Adil

Terlalu sering, kita, ego kita, sekutu kita, menilai sesuatu dengan timpang dengan sudut pandang keegoisan. Segala sesuatu yang boleh jadi benar namun ketika dilakukan oleh orang-orang yang kita benci akan dianggap sebagai suatu kesalahan.