Berburu "Memoar"

Minggu lalu, saya ikut pengajian mingguan. Biasanya, setiap pengajian, kami dibagikan rapor mingguan tentang peningkatan ibadah harian. Rapor saya sangat buruk. Karena amalan harian kami sangat kacau balau, mengingat telah lamanya kami ikut mengaji namun seperti tidak berbekas, bahkan belum 1 juz pun ayat-ayat suci Quran yang kami hapalkan, guru mengaji kami meminta kami melakukan sesuatu: beliau meminta kami mencari buku dengan judul “Memoar Hasan Al Banna”.

Read More

Pertemuan Pertama

Aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Seluruh tubuhku beraksi yang membuat perutku terasa kram, dadaku berdebar, jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, napasku memberat, aku begitu lelah. Yang jelas kurasakan, wajahku seperti tersiram air panas, wajahku begitu hangat.

Read More

Namaku Kathmandu

Aku juga menyimpan segenggam pasir dari tanah yang pernah disinggahi oleh nabiku. Pasir itu kumasukkan ke dalam sebuah kantung yang kukalungkan dileherku. Sesekali jika cintaku telah begitu melangit maka aku berdiam sejenak, kutundukkan kepalaku ke tanah lantas kantung pasir itu kuciumi. Aku seperti sedang menciumi kaki nabiku.

Read More

Bab Satu (I am Dummies)

Meleset. Tidak seperti yang aku pikirkan. Ternyata aku lebih dungu dari yang aku kira. Aku tahu aku ini sebenarnya bodoh. Jelas, hasil tes IQ juga setelah aku lakukan secara online juga berada di bawah rata-rata. Nilai TOEFL-ku juga sangat buruk sekali, di bawah anak TK yang bisa berbicara bahasa Inggris. Pokoknya aku ini bisa dikatakan […]

Read More