Siapa Dia?

Basi! Sia-sia! Entah langit, entah bumi, yang walau memiliki semua cerita dari awal mula ada namun tidak juga memberiku jawab. Aku kadang teramat bingung: bumi kenapa bisu, dan langit mengapa hadir tanpa suara. Alangkah elok jika mereka juga mampu berbicara, saat ada anak manusia gusar ingin bertanya maka bolehlah barang satu dari mereka yang mencoba rumuskan sebuah jawabannya.

Namaku Kathmandu

Aku juga menyimpan segenggam pasir dari tanah yang pernah disinggahi oleh nabiku. Pasir itu kumasukkan ke dalam sebuah kantung yang kukalungkan dileherku. Sesekali jika cintaku telah begitu melangit maka aku berdiam sejenak, kutundukkan kepalaku ke tanah lantas kantung pasir itu kuciumi. Aku seperti sedang menciumi kaki nabiku.

Melata Seperti Sundal

Aku makan perempuan itu. Bulat-bulat. Mentah-mentah. Tidak peduli ujung akhir kisah. Entah dia menangis atau bahagia. Aku tidak memikirkan itu kini, aku cuma memikirkannya. Bukan salahku, aku tak memaksa. Dia yang berkata iya. Awalnya seperti ilusi. Antara yakin dan tidak. Dikerumunan aku melihat dia, bagai pualam putih diantara batu nan kokoh. Sayang, dia rapuh. Semua … Continue reading Melata Seperti Sundal

Call Me Hacker Part 2

Beberapa orang merasa bangga jika sudah berhasil menghack puluhan website (cih, baru puluhan aja sudah bangga). Lantas mereka menggambar-gemborkan hasil raihan mereka tersebut ke forum-forum hacker, dengan bangga mereka berucap: “CALL ME HACKER!” Aku yang cuma korban hanya bisa melongo dongo. Anjrit! Malah beberapa hacker lamerz, cracker, script kiddies yang berhasil membobol beberapa server melakukan … Continue reading Call Me Hacker Part 2

Bayangan Dusta

Membohongi diri sendiri itu tidak mudah, terutama membohongi hati. Membohongi bahwa cinta itu telah lama mati, padahal aku masih terus mengingatnya dan belum menemukan seorang pengganti. Taman Surga… Aku lupa, tak pernah ku menghitung hari yang berlalu. Entah berapa lama hatiku masih terus teriris, masih terus perih oleh guratan-guratan rasa sesak yang sulit untuk kuungkapkan. … Continue reading Bayangan Dusta

Taman Surga

Sayang, apa yang engkau takutkan? Bukankah aku telah berjanji tidak akan poligami! Apakah itu tidak cukup bagimu? Sayang, bukankah aku telah katakan padamu bahwa aku memilihmu bukan karena aku diterima atau ditolak oleh sang puteri, sama sekali bukan. Posisimu absolut di dalam hatiku, bukan sebuah perasaan hasil reinkarnasi masa lalu atau sebuah rasa yang tercipta … Continue reading Taman Surga