Surat Untuk Cintaku

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku … Continue reading Surat Untuk Cintaku

Nan Tak Kunjung Reda

Nan tak kunjung reda. Bingung. Entah bagaimana aku terus memikirkannya saban hari. Ingin berhenti sejenak dari deburan cinta ini, namun dia seperti ombak di pepantai, tak kunjung surut, tak kunjung reda. Aku mungkin bisa tersenyum. Aku tertidur. Aku membaca. Aku tersujud, namun hatiku tak mampu dipungkiri, selalu mengarah kepadanya. Aneh nian, tak pernah kami saling … Continue reading Nan Tak Kunjung Reda

Bukan Urusanmu Bukan Urusanku

Pacar someone who you know lah tiba-tiba meneleponku. Baru bangun, dipaksa ngerjain sertifikasi guru oleh mamak, sedang ngenet, tiba-tiba aku di telepon. “Kamu masih ingat aku?” tanya seseorang di seberang sana. “Hah.. siapa?” Aku balik tanya saat sedang terkantuk-kantuk. “Sedang apa?” Tanyanya lagi. “Oh, sedang buat sertifikasi mamak.” Jawabku sekena. “Ini aku, sang pangeran. Itu … Continue reading Bukan Urusanmu Bukan Urusanku