Memeluk Ayah 2

Ada seorang lelaki yang selalu ingin aku peluk. Tetapi, semakin aku dewasa, aku semakin malu untuk memeluknya. Seperti ada rasa janggal, seorang lelaki memeluk lelaki lainnya. Kadang, aku cuma bisa membayangkan, saat-saat dulu, saat aku dipeluk dari balik punggungnya. Dia adalah Ayah terhebat yang aku punya.

Read More

Yes Man!

Sama seperti tokoh bernama Carl dalam film Yes Man!, aku sering hidup terisolasi. Menyendiri. Jauh dari kehidupan sosial dan tidak begitu suka dengan setiap keributan dan keramaian. Kata temanku yang lulusan psikologi, aku mengidap gangguan yang bernama mutisme selektif.

Read More

Penipu Berkedok Narkoba

Kemarin, pagi-pagi sekali (tidak pagi sekali juga sih, sudah pukul 8.00 WIB) Ayah menggedor kamarku. Saat aku buka, wajah Ayah memucat dengan napas tersengal. Dengan terbata-bata Ayah memintaku hati-hati, baru saja ada orang yang menelepon Ayah mengatakan bahwa aku ditangkap karena penyalahgunaan narkotika.

Read More