Surat Untuk Yang Tersakiti

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti. Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini. Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti, Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan … Continue reading Surat Untuk Yang Tersakiti

Surat Untuk Cintaku

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku … Continue reading Surat Untuk Cintaku

Barisan Yang Tertipu

Jika mau jujur, aku adalah termasuk mereka golongan barisan yang tertipu. Entah menipu diri sendiri, atau tertipu oleh diri sendiri. Sekejap aku tersadar, namun dalam kejapan yang lain semua kembali terlupa. Karenanya kali ini aku catat, agar aku tidak kembali lupa.

Sebuah Beban

Masih ingat ceritaku tentang Surat Perjanjian di mana kakakku akan membelikan aku motor dengan syarat aku harus menyelesaikan kuliahku? Jujur, aku merasakan itu sebagai sebuah beban, terlebih ketika beberapa hari yang lalu aku berbicara dengannya. Saat itu aku berada di mesjid Oman, Lampriet, bersama kawanku di FLP, Ibnu. Dari Dhuhur kami di sana sambil menunggu … Continue reading Sebuah Beban