Cinta Jangan Sampai Buta

Lagi-lagi aku menemukan, mereka yang sedang jatuh cinta, kemudian menjadi buta. Berbicara tentang kehidupan tidaklah semudah membuat permodelan fisika lantas mencari persamaan matematisnya. Kehidupan adalah jalinan yang kompleks. Reaksi berjuta kimia yang tidak setiap orang menjadi paham, apa yang sedang orang lain pikirkan.

Sekufu

Sekufu. Dulu aku mengira bahwa sekufu itu adalah persepsi dari tingkatan iman, sehingga suatu hari aku diingatkan: “siapa yang mampu menilai tingkatan iman seseorang kecuali Allah?” Aku merenung. Dia benar. Salah satu yang terbaik dalam mencari pasangan nikah adalah sekufu. Sekufu yang berarti bersederajat. Jika seseorang itu dari seorang bangsawan, alangkah lebih baik jika pasangannya … Continue reading Sekufu

Cinta Ada Saatnya.

Perasaan yang membuncah, entah mengapa membuat aku mengirimkan pesan kepada sahabat terbaikku: lelaki. Isi pesannya, cukup aku dan lelaki yang tahu. Aku masih menyimpan pesan Nuril, temanku di FLP yang tomboy, jenggo, dan suka sewot sama diriku yang entah mengapa tiba-tiba pengirimkan pesan tentang cinta. Akupun heran, dugaku, mungkin dia sedang jatuh cinta. Assalamu’alaikum saudaraku, … Continue reading Cinta Ada Saatnya.

Hidup Itu Tidak Seperti Bola

Hidup itu tidak seperti bola. Hidup itu seperti trapesium, memiliki wajah yang berbeda jika dipandang dari sisi yang berbeda. Hidup itu unik, yang kita anggap menyakitkan belum tentu adalah rasa sakit. Rasa sakit cuma ada dalam pikiran kita, rasa benci, rasa kesal, emosi-emosi yang meletup itu hanya ada dalam bayangan kita. Hidup itu anugerah. Walau … Continue reading Hidup Itu Tidak Seperti Bola

Cinta Itu Berat

Sumpah aku benar-benar mencintainya. Cinta yang dalam yang sedang kurasakan. Aku masih menyimpan SMS tanggal 9 Juli 2007 jam 3:59 pagi saat dia juga berkata suka padaku, aku masih menyimpannya hingga sekarang. SMS yang selama ini kukenang. SMS yang jika kubaca mampu membangkitkan semangatku ditengah keletihan jiwa, SMS yang selalu kumaknai mampu membuatku menempus atmosfir-atmosfir … Continue reading Cinta Itu Berat

Episode Monolog

“Aku lelah… teramat lelah.” Tiba-tiba saja dia berkata seperti itu, aku tak mengerti dari mana suara itu timbul. Dari bibirnya, atau dari hatinya. Aku sungguh tak tahu. ”Ben, hidup ini rasanya terlalu lama. Terkadang juga begitu singkat.” Kali ini aku menoleh kepadanya, mencoba lebih fokus terhadap setiap ucapannya, ucapan yang biasa saja namun terkadang sulit … Continue reading Episode Monolog