Mempertanyakan Kembali Keikhlasan

Di beberapa kami sempat terjadi perbincangan, tentang seorang ustad yang meminta dibayar mahal untuk berdakwah. Bagiku, dia seperti ustad palsu. Karena dia meminta dunia, bukan akhirat padahal sejatinya dakwah adalah pengorbanan harta dan jiwa. Bahkan seharusnya kita yang membayar agar orang mau mendengarkan dakwah kita. Sejatinya dakwah adalah menukarkan dunia dengan akhirat. Kita kembali mempertanyakan, … Continue reading Mempertanyakan Kembali Keikhlasan

Maka Shalatlah Kamu

Setelah muntah-muntah, mengigil, gemetaran, takut, sakau, dan kolaps, aku tak tahu harus bagaimana. Aku benar-benar terkapar. Mungkin cuma sms dari Wendri yang membuatku tidak malu untuk menangis. Mungkin cuma itu. Lalu lembaran-lembaran Quran itu mulai kubuka, kubaca dengan tartil, ayat demi ayat. Namun rasa sesuatu yang mengganjal di dalam hati ini belum sepenuhnya terbebas. Masih … Continue reading Maka Shalatlah Kamu