Spam Porno

internet Cuma ada 5 komentar »

Kadang bete juga. Dapat komentar di blog tetapi berupa komentar untuk mengunjungi situs-situs porno. (ketahuan itu spammer salah tumbuh, kagak pake DNS nawala pasti)

Aku ya heran aja? Emang blogku itu ada keliatan mirip-mirip dengan situs porno apa? Padahalkan dari desainnya aja udah kelihatan kalau yang punya ini blog adalah seorang dengan kriteria sebagai berikut: baik hati, tidak sombong, berbudi luhur, rajin menabung, kalo liat lampu merah berhenti, ga makan di bulan puasa, dan rajin ngaji.

Untung ada si akismet, jadi komentar-komentar ga penting gitu langsung dihapus. Beberapa hari yang lalu komentar semacam itu sudah aku bumi hanguskan, tetapi beberapa hari sudah muncul lagi sekitar 400 komentar serupa. Coba yang dia kasi adalah link video Ariel part selanjutnya, mungkin masih bisa ditolerir.

Hehehehe…

Baiquni bacain donk »

Menggenggam Awan

cerita hati Kagak ada komentar »

Aku pernah naik pesawat. Ketika berada di puncak bumi, aku melihat sekumpulan awan. Mereka seperti sebuah negeri. Engkau tahu? Aku rasanya ingin terjun bebas di sana, berdikari bersama awan-awan, tidur, dan menikmati pancaran matahari yang mengelus lembut kulit-kulit putihku yang halus.

Apa yang dipikirkan manusia, terkadang berbeda dengan realitas yang nyata. Aku beberapa terakhir ini sering berpikir tentang push up, rasanya mudah sekali melakukan push up, namun ternyata ketika aku coba rasanya sulit sekali. Perutku sampai sakit dibuat, padahal dalam nalarku, segalanya berlangsung dengan mudah.

Begitu juga dengan awan-awan. Suatu hari, aku berpikir ingin menggenggam awan. Memeluknya, menjadikannya tidak sekedar khayalku.

Kita sering seperti diriku. Berkhayal tentang sesuatu yang ternyata tidak mampu teruji di dalam dunia nyata. Walau terkadang khayalan ada yang memiliki nilai dalam pergerakan dunia. Khayalan Einstein tentang andai dia berjalan secepat cahaya, dan melihat dunia seperti adegan stop sebuah film kehidupan. Atau bayangan Copernicus tentang bumi, matahari, dan bintang-bintang.

Baiquni bacain donk »

Humor yang Bijak

Lucu-lucu Cuma ada 3 komentar »

Ini cerita gw dapat dari kaskus. Ada 2 cerita.

Cerita #1

Ada suami-istri yang cekcok setiap hari. Akhirnya suatu hari si suami merasa bete dan pergi ke warnet. Di warnet, dia chatting dengan seorang konsultan keluarga dan kesehatan, dan kebetulan orang tersebut adalah seorang dokter.

Baiquni bacain donk »

Sebuah Beban

my days Cuma ada 6 komentar »

Masih ingat ceritaku tentang Surat Perjanjian di mana kakakku akan membelikan aku motor dengan syarat aku harus menyelesaikan kuliahku? Jujur, aku merasakan itu sebagai sebuah beban, terlebih ketika beberapa hari yang lalu aku berbicara dengannya.

Saat itu aku berada di mesjid Oman, Lampriet, bersama kawanku di FLP, Ibnu. Dari Dhuhur kami di sana sambil menunggu Ashar. Kira-kira pukul 15.00 lebih sedikit, Anda, kakakku telepon.

Pada suatu pembicaraan, Anda, kakakku bertanya apakah Yahdun (pamanku) ada datang ke rumah? Selidik, ternyata kakakku hendak mengambil kredit. Aku tanya untuk apa? Jawabnya, ya untuk membelikanku motor.

Mendengar jawaban itu, hatiku tertohok. Sangat dalam, namun aku mencoba menyembunyikannya di dalam tawa. Saat itu, aku merasa seperti sebuah beban. Aku merasa menjadi beban bagi orang lain. Aku tidak suka.

Baiquni bacain donk »

My BlackBerry Cannot be Repaired

my days Cuma ada 11 komentar »

Ketika sedang mengaji di mesjid Oman, Lampriet, untuk menghabiskan jatah 9 halaman setiap habis shalat, aku dikejutkan oleh sebuah sms. Isi pesannya: “HP BB NYA TDK DPT D PERBAIKI, VIRTUAL COM

Sedih rasanya ketika membaca pesan tersebut. Bagaimana tidak, BlackBerry yang aku beli via eBay, dengan harga $245, belum sebulan digunakan, telah rusak.

Awalnya, sekitar 3 minggu yang lalu BlackBerry-ku terbanting dari tempat tidur ketika aku sedang bersih-bersih kamar. Aku tidak sengaja menjatuhkannya ketika aku hendak melipat selimut. Ketika sedang aku kepakkan selimutnya, eh BlackBerry-nya ikutan terangkat dan terjatuh.

Aku kira bakal sama dengan handphone-handphone-ku yang lain, alias tidak bakal terjadi apa-apa, namun kali ini berbeda. BlackBerry-ku padam, tidak hidup.

Baiquni bacain donk »

Kepak Sayap-sayap Tumpul

cerita hati Cuma ada 6 komentar »

EL!” pekiknya.

Aku menengadah ke atas, mencoba mencari El di atas langit-langit dunia. Pekikan-pekikan kami terbitkan, demikian seperti yang diajarkan para murshid. Pekikkan nama El di mana kalian butuh dia, kapan pun, di mana pun.

EL !!!” Aku ikut serta memekik. Semoga El belum lagi tuli.

Kau tahu? Aku hampir tidak percaya dengan keberadaan El. Aku rasa, omongan-omongan El yang sering kudengar lebih seperti mitos, atau dongeng-dongeng. Ketakutan manusia atas ketidakberdayaan mereka, lantas mencari sosok supreme untuk mampu membuat mereka merasa tenang. Diciptalah dia yang bernama El.

El adalah keberadaan. Ide mutlak dari setiap khayalan. Dia yang bahkan tidak memiliki nama, namun memberi nama agar mampu dimaknai. Dia yang ada dalam ketiadaan. Sesuatu yang tak mampu dibicarakan. Lebih ada dari semesta mayapada, lebih hening dari laksa labirin-labirin hitam ekstase. El, kerinduan.

Baiquni bacain donk »

Diantara Tumpukan Email

my days 1 Komentar »

Ga tahu kenapa, hari ini aku pengen bersih-bersih inbox email lamaku.

Aku adalah pengguna email dengan memanfaatkan akun di Yahoo! Mail. Walau diberikan kapasitas unlimited space, tetapi rasanya jika email terlalu banyak ya semak juga. Akhirnya kuputuskan hendak bersih-bersih email yang menumpuk.

Sebelumnya, aku sudah mencoba menerapkan sistem folderisasi untuk mendata email. Email yang dikirimkan oleh email-email tertentu secara otomatis akan masuk ke folder yang sudah aku setting. Misal, email-email notifikasi bahwa ada member baru yang mendaftar dilayanan web hostingku akan masuk ke dalam folder Customer Hosting.

Ternyata, dari email-email lama itu aku merasakan semacam dejavu. Semacam nostalgia tentang aku yang dulu. Ada beberapa email dari mereka yang penasaran dengan blog ini, merasa kisahnya sama denganku lantas mengirimkan email. Ada yang menyukaiku, dan lain sebagainya. Dan ada beberapa petikan surat-menyurat antara aku dan bidadari, dulu, jauh sebelum dia menikah.

Baiquni bacain donk »

Sebongkah Lelah

cerita hati Cuma ada 6 komentar »

Aku tak ingin maksud, untuk mewartakan semua lelah. Tentang jasadku yang mulai melemah, dan batinku yang semakin mengalah. Engkau tidak akan pernah tahu, di hadapanmu aku selalu tersenyum, menyimpan semua tangis berukir air dari pipi-pipiku. Aku simpan semua, agar engkau bahagia.

Bolehkah aku mengeluh? Barang sekali saja. Dan bolehkah aku meminta? Engkau diam dan dengarkan semua apa yang ingin aku sampaikan. Tentang penatku, lelahku, rinduku, juga cintaku.

Aku mencintai dengan tiada lelah. Harus engkau tahu itu. Terserahmu jika engkau bersikap tidak mau tahu.

Lelah yang aku tanggung ini bukan karena aku mencintaimu. Ini adalah lelah fitrahku sebagai lelaki, sebagai manusia, sebagai mereka yang terlalu banyak harap daripada kerja. Namun, bukan pula hendak ingin mengeluh. Aku cuma ingin dimengerti. Tidak lebih. Jangan pula kurang.

Baiquni bacain donk »

My First Time

my days Cuma ada 2 komentar »

Hari ini adalah hari pertama aku menjadi moderator. Dadakan!

Awalnya bang Ferhat yang diminta kesediaan untuk menjadi moderator, karena bang Alimuddin maunya bang Ferhat. Soalnya mereka memiliki karakter unik yang sama: sama-sama lebay!

Tadi pagi, aku memoderasi acara perdana kelas intensif dengan tema besar: “Makna Sebuah Proses Kreatif Sehingga Menembus Media” dan aku merasa sangat tidak maksimal sebagai seorang moderator. Ada beberapa alasan, salah satunya adalah aku depresi karena ini adalah kali pertama aku menjadi moderator. Alasan kedua adalah, aku memiliki masalah dalam penyampaian verbal.

Asli banget, tadi itu aku merasa sangat gugup. Gak tahu harus bicara apa-apa. Otakku sama sekali blank. Parahnya, aku dalam kondisi demikian di hadapan ratusan peserta kelas intensif. Mana ada cewek-cewek cakep lagi, duh, jadi tambah grogi.

Baiquni bacain donk »

Menulis dengan Hati

cerita hati Cuma ada 6 komentar »

Si Jo Na menulis sebuah artikel yang berjudul “Menulis dengan Hati” dan aku ingin menuliskan pengalaman yang serupa. Sebenarnya, menulis dengan hati itu masih merupakan ilmu baru bagiku, sebelumnya aku masih berkutat dengan rima dan diksi. Jadi, kebanyakan tulisanku selalu aku usahakan memiliki rima dan diksi yang mudah mengena di hati jika dibaca keras atau dibaca dalam hati.

Menulis dengan hati aku dapatkan dari bukunya Gola Gong yang berjudul: “Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup

Di sana ditekankan bahwa ketika kita menulis, yang paling penting dari sebuah tulisan adalah isi. Sekali lagi ditekankan, isi-lah yang menjadi hal terpokok dalam sebuah tulisan dibandingkan dengan diksi, rima, gaya penulisan, dan sebagainya. Karena, apa yang akan dikenang oleh pembaca bukanlah gaya bahasa kita, bukan pula diksi, tetapi isi. Itulah yang akan selalu dikenang.

Baiquni bacain donk »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in