Akhir Sebuah Kisah
cerita hati 1 Komentar »Lelaki itu terbangun, lagi-lagi disepertiga malam menuju pagi. Mata lelaki itu tiba-tiba saja terbuka, tak ada reaksi yang memaksanya. Cuma tiba-tiba. Tidak juga karena terkejut oleh mimpi. Memang cuma tiba-tiba, secara otomatis, seperti sudah terprogram.
Sesekali dikejap-kejap matanya yang masih terlalu asing dengan spektrum cahaya yang berpendar dari lambu Philips 15 wattnya itu. Cahaya yang terang untuk selalu membuat silau matanya, padahal dulu dia telah terbiasa dengan lampu neon biasa.
Lelaki itu duduk. Badannya membungkuk. Ujung tumit lengannya ditekan ke mata, berusaha untuk menetralisir rasa buram karena cahaya. Rasa pusing yang berat membatui kepala.
Lantas setelah buram mulai memudar, lelaki itu kembali membaringkan badannya. Dipandangnya langit-langit kamar berwarna putih. Pikirannya melayang. Satu persatu benak mulai muncul. Hantu-menghantui mengumpul galau, lelaki itu meringis, matanya mulai berair, dia menangis.
Masih ingatkah Anda dengan 

Recent Comments