Langitku Abu-abu
puisi jiwa March 23rd, 2009Mata lelah, mengabur sajalah
Tak perlu dibuka, tutuplah
Tidurlah engkau dan butalah
menulilah tak perlu mendengar
teriak-teriak cuma igauan
mimpi akan segera usai kawan
Langitku abu-abu
tak gelap dia juga tak biru
cuma seperti sketsa buram
ditutupi asap tebal dari hutan yang terbakar
segaris tipis
ketika purnama tak lagi singgah
dan awan putih menjadi tak berwarna
Teriaklah para anakku
jendela waktu terus terbuka
semua memasukinya
dari koruptor hingga esek-esekutor
dari banci tampil hingga orang bugil
darimu aku dan mereka
sejarah tercipta
Gadailah rasa kenyangmu
tak perlu takut dengan ketakutan
tak perlu cemas dengan kecemasan
tak perlu lapar dengan kelaparan
kita adalah pembela-pembela
berdiri di sini untuk terus berteriak
bahwa salah tetap tak pernah menjadi suatu kebenaran
Namun ideo menyumpah menjadi serapah
menuhan kita akan dia
bentrok kita saling sikut untuk siapa yang terbenar
tak pernah menjadi welas
kemarahan dari taring-taring ganas
dan anak-anak hanya akan terluka
dan darah menjadi keringat yang akan terus mengucur
ideo hanya pemikiran sayang
dan Tuhan ada sebelum semuanya terlahir
Cukuplah engkau hidup satu hari
tak perlu ego dengan seribu tahun
satu hari yang jernih lebih berarti dari seribu yang kelabu
di sini pasir anak manusia yang terlentang
diapit jiwa tercerabut paksa
salahkah mereka?
cukup cuma engkau yang mengerti
aku tak lagi mampu merangkai kata
gaudum manga syiala kabambum
durito eman noiwqsja toaakahsgsa
akgausg emhea lalauh
ysncpay xtaagals aksalooo
wjajangalsa lfsamgafasda bogkoo
berbicara dengan kata tak akan bermakna
jika hati tak terbuka
kembali menjadi lingkaran
bahwa dalam setiap kejahatan terdapat setitik putih
dan dalam tiap putih ada hitam
ledaklah semua
serpihan dari abu hasil bakaran
akhirnya
Langitku abu-abu

pada waktu 23 March 2009 jam 4:16 pm
Woi, kuliah itu beresin cepatan. Jangan hanya puisi terus.
pada waktu 23 March 2009 jam 4:31 pm
Iya bang, secepatnya beni beresin kuliah beni.
Harus semangat !!!
pada waktu 23 March 2009 jam 5:38 pm
wah puisinya keren beni,.maknanya dalam, terus pemilihan katanya juga ok. TOP n two thumbs 4 beni
pada waktu 24 March 2009 jam 7:31 pm
“Berbicara dengan kata tak akan bermakna
jika hati tak terbuka
kembali menjadi lingkaran
bahwa dalam setiap kejahatan terdapat setitik putih
dan dalam tiap putih ada hitam”
Jadi, kapan qe mu bertaubat, jeleq!!!
Aq ga tau mu insafin qe kyk mana.. Krn aq juga ibarat setitik putih dalam hitam qe..
Aq ikut jadi itam… Tidak….!!!
Ayo berubah, cyg…
pada waktu 25 March 2009 jam 4:19 pm
cie..cie..beni ma liza :p
pada waktu 25 March 2009 jam 5:55 pm
fi, nanti beni mo buat tulisan tentang pengagum rahasia…
pada waktu 26 March 2009 jam 6:59 pm
Husni sebagai salah satu pengagum blog beni,,,,,Kemarin dapat award blog dari the,, sbagai wujud rasa saling berbagi antar kita sesama ABC husni terusin tuk beni ya… n sebagai wujud persahatan bagai kedondong ,,eeehh kepompong yang ge terbang di dunia maya… tolong di ambil juga ya awardnya di blog husni tuk beni ya
pada waktu 27 March 2009 jam 6:07 pm
maksudnya?
siapa pengangum rahasianya?
untuk apa?
pada waktu 27 March 2009 jam 8:47 pm
Bagouss!!!!
Jadi namanya “pengagum rahasia”, ya..
Jeleq Qe!!
Sok x lah kau, lai!!