Dewasa (?)
cerita hati June 29th, 2009Aku baru tahu, ternyata dia telah berubah. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, dan memang bukan hakku lagi untuk meluruskannya lagi. Hanya akan menjadi petaka baru jika dia kuluruskan, telah terlampau menyimpang apa yang ada padanya.
Dewasa. Mungkin sudut pandang kami tentang dewasa itu berbeda.
Baru ku tahu, cara berpakaiannya telah berubah. Kata temannya, sekarang dia telah dewasa. Aku cuma tersenyum, miris, geleng-geleng kepala.
Entah apa yang telah terjadi sehingga dia berubah menjadi begitu cepat. Semoga tidak liar. Yang aku takutkan semoga tak terjadi, semoga dia tidak seperti makhluk-makhluk yang sering bercerita hingga pagi tiba kepadaku, tentang bagaimana mereka hilang dalam hidup. Atau cerita tentang mereka-mereka yang telah terpeleset hingga ternoda dan tercederai.
Berjuta kali aku berdoa. Tuhan, selamatkan dia.
Aku tak pernah menyalahkannya saat dewasa menjadi pilihannya. Ku akui, dulu aku begitu kekanakan, posesif, dan begitu ingin melindungi. Dia bagaikan sesuatu yang harus ku jaga dengan segenap jiwaku, namun ketika dia berontak, ketika apa yang kuinginkan tidak diinginkannya, maka kepada Tuhanlah aku kembali.
Atau ketika alasan studi menjadi alasan yang paling pantas, namun ternyata tidak seperti itu. Sudahlah, aku telah memaafkan itu, walau terlalu sakit hati ini, namun itu hanyalah masa lalu.
Dewasa. Apakah dewasa bagimu?
Haruskah bertingkah seperti manusia berumur yang selama ini mereka lakukan? Mencoba tampil beda dengan baju-baju yang mulai menitahkan lekukmu? Haruskah seperti itu? Itukah dewasa menurutmu.
Atau dewasa adalah ketika kalian berbicara tentang satu sama lain, terlalu dalam, terutama soal cinta. Aku cuma tertawa jika itu pilihannya. Dalam hidup pernikahan, cinta tak selalu menjadi solusi. Betapa banyak mereka yang hidup mencintai lantas menikah lalu bubar tanpa arah.
Ada hal yang lebih indah daripada cinta. Dan cinta butuh dewasa. Namun dewasa tidak seperti yang kamu pikirkan, khayalanmu tentang dewasa masih terlampau dangkal. Aku yakin itu.
Dewasa? Kemana arahmu melangkah. Ku berharap, itu mendekati surga.

pada waktu 29 June 2009 jam 7:14 pm
doain ja agar dia jgan berjalan kekiri,
pada waktu 2 July 2009 jam 4:33 pm
“Yang aku takutkan semoga tak terjadi, semoga dia tidak seperti makhluk-makhluk yang sering bercerita hingga pagi tiba kepadaku”
smoga tdk… i hope…
pada waktu 19 July 2009 jam 12:55 pm
Terus saja kau berdoa utk nya. Slain lbh manjur, dpt pahala juga kan?
Pandangan tiap individu akan arti dwasa mmg berbeda-beda.
Menurut kamu gimana?
Krn dewasa tu dilihat jg dr byk sisi. Dewasa dlm berfikir juga bertindak. Nampak dr keseharian yg mmg ‘bukan’ dirinya dulu yg kekanak2an.
Oia,kk kamu mu nikah ya? Kpn? Selamat, ya. .
pada waktu 19 July 2009 jam 12:57 pm
Terus saja kau berdoa utk nya. Slain lbh manjur, dpt pahala juga kan?
Pandangan tiap individu akan arti dwasa mmg berbeda-beda.
Menurut kamu gimana?
Krn dewasa tu dilihat jg dr byk sisi. Dewasa dlm berfikir juga bertindak. Nampak dr keseharian yg mmg ‘bukan’ dirinya dulu yg kekanak2an.
Oia,kk kamu mu nikah ya? Kpn? Selamat, ya..
pada waktu 19 July 2009 jam 6:48 pm
belum, gosip darimana?
pada waktu 20 July 2009 jam 12:36 am
Jd, teratak dpn rmh qe tu apa jg? Tp, memang nama yg da di papan bunga tu aq ga kenal. ‘O & A’
Kwakwakak..
Gitu2, qe jgn lupa kalo da acara ngundang2 ya.. Hehe..
Pis!
Oia,aq bingung ma server net di hp q. Kok bs 2x ter post tu koment!
Maaf, dah ngerepotin..
pada waktu 20 July 2009 jam 12:39 am
Jd, teratak dpn rmh qe tu apa jg? Tp, memang nama yg da di papan bunga tu aq ga kenal. ‘O & A’
Kwakwakak..
Gitu2, qe jgn lupa kalo da acara ngundang2 ya.. Hehe..
Pis!
Oia,aq bingung ma server net di hp q. Kok bs 2x ter post tu koment!
Maaf, dah ngerepotin..
(sama2.. Jiah?!)