Berjuanglah untuk makananmu Wahai anak-anak negeri Jangan takut mereka menjarah Genggam tangan sesamamu Hantam mereka dari berbagai arah Mereka yang berkata adil Sudah cukup kita dengar ocehan Sudah cukup kita membuka telinga untuk kebohongan Saatnya tangan berbicara Agar mereka mengerti Arti rasa lapar, tertinggal, dan ditindas Berteriaklah selantang yang engkau mampu Sergap mereka dari berbagai [...]
Lelaki Majemuk
by Muhammad Baiquni on 10:56 am in puisi jiwa
Engkau tidak asing, tidak juga sendiri lelaki majemuk. Bahasamu masih sempurna, tutur katamu masih seperti dulu ketika lantang suara membuka mata waktu azan pertamaku Engkau masih tersenyum, tidak pernah kaku hanya kulitmu mulai memudar dan peyot punggungmu kentara Seperti dulu, sebelum matahari muncul kau telah pergi dan akan kembali ketika matahari benar-benar mati untukku, dan [...]
Jika Senyum Telah Mati
by Muhammad Baiquni on 9:17 am in puisi jiwa
Jika senyum telah mati engkau bagaimana? saat warna gigi tak lagi putih juga tak menguning cuma ada sapuan merah bibir sunggingmu terkubur Dulu bahkan aku bisa melihat jelas di retinaku warna lidahmu kau mengakak keras, bahkan langit pecah namun sekarang cuma ada diam bahkan lebih membisu dari tembok-tembok berlumut Aku harus bagaimana pesan telah terkirim [...]
Jalan Tuhan Cuma Satu
by Muhammad Baiquni on 2:32 am in puisi jiwa
Engkau gugur hancur menjadi cabang dari awal kokoh menjadi seperti kapur rapuh, hilang memutih ditelan air waktu mengkeruhmu Masih ingat awangku tentangmu saat sayapmu masih dua ketika kau mampu terbang ke nirwana tidak tinggal setengah begini jatuh menggelepar, lumpuh, kakimu piyu napasmu cuma tinggal satu Apa kakimu sekarang terpaku namun mereka tidak menyayat lidahmu dan [...]
Diantara Kepungan Debu
by Muhammad Baiquni on 1:42 am in puisi jiwa
Bagaimana peluh? pernah dia bercerita kepadamu saat air garam melewati pori dan napas tersengal ketika urat-uratmu kelelahan Sudahkah engkau bercerita kepada tujuh keturunanmu dari temurun ketika ragamu usang dan pundakmu peot kau masih tersenyum Dan pernahkah engkau mengeja bagaimana terik mengupas ari saat pigmenmu bergumul dan hitam mentato epidermismu kau masih tegar di situ juga [...]
- Diantara Kepungan Debu 11 September 2009
- Belajar Melupakan 6 May 2008
- Cinta Butuh Memahami 26 July 2010
- Website Pengganti Alternatif Katz.cd 26 March 2011
- Epigon: Saling Menginspirasi 14 May 2012
- Bagaimana Menemukan PHP Shell di Server 5 May 2012
- Mengapa Saya TIDAK Menulis 3 May 2012
- My 1st English Post 25 April 2012
- Aceh Bermartabat 18 April 2012
-
ragiel: Nasib anda seprti saya gan .. tpi kbtuln sya blum ...
-
Muhammad Baiquni: Salam kenal jug :)...
-
Muhammad Baiquni: Apa kabar Padang?!...
-
Muhammad Baiquni: teman saya itu memang langka diantara jutaan manus...
-
Muhammad Baiquni: para nabi, yang beriman sempurna kepada Allah, tid...


Recent Comments