Teka-teki Sebuah Perjalanan

filsafat Cuma ada 7 komentar »

Hidup adalah teka-teki.
Hidup adalah perjalanan.
Hidup adalah teka-teki sebuah perjalanan.

Kita semua sedang menebak-nebak sebuah teka-teki mahapenting. Teka-teki yang kita namakan kehidupan. Sebagian dari kita berkata bahwa itu adalah sebuah perjalanan. Bagiku, hidup adalah rangkaian puzzle acak yang menunggu untuk disatukan. Puzzle tentang cinta, puzzle persahabatan, puzzle kesuksesan, dan puzzle Tuhan.

Tuhan akan marah jika kita berhenti mencoba. Karenanya, dia mengharamkan surga bagi mereka yang memutuskan mati sebelum semua puzzle lengkap terbentuk.

Puzzle kita adalah rangkaian takdir. Tidak harus indah, namun keikhlasan dalam menjalani serta doa yang selalu kita mintakan kepada Tuhan akan menjadi score penting, kelak suatu hari ketika puzzle-puzzle kita dinilai pada suatu sidang.

Baiquni bacain donk »

Derita Setengah Hujan

filsafat Cuma ada 4 komentar »

Dalam keadaan apa menurutmu sesuatu itu paling menderita? Aku kata, dalam keadaan setengah. Tidak memuncak, tidak juga membumi. Pertengahan diantara keduanya. Itulah hal yang paling sangat membuatmu derita.

Jikalah kita ambil misal tentang cinta. Yang paling berbahagia itu adalah ketika kedua telapak bertepuk tangan. Anggaplah dia itu satu. Dan setengah adalah ketika telapak cintamu cuma bertepuk sebelah. Sakit sekali, teramat sakit.

Derita setengah hujan. Ketika engkau mengharapkan hujan turun, Tuhan tidak memberimu air, juga tidak memberimu kemarau. Cuma sejenak rintik yang tak mampu melegakan dahaga. Tiada pula mampu untuk mengisi danau-danau yang telah merekah retak tanahnya.

Baiquni bacain donk »

Jejak Yang Hilang

cerita hati, discussion, filsafat Cuma ada 4 komentar »

Seharian aku stress. Bukan seharian, namun sepanjang tahun ini. Tepatnya sejak awal aku selesai Kerja Praktek (KP) di Arun. Tugas KP yang belum tuntas ku laksanakan, hingga… ah sudahlah, tak perlu rumit kuceritakan. Toh tak akan ada gunanya juga, tak pernah ada penyelesaian dari hanya beberapa komentar pembaca.

Namun ada satu yang kusadari, aku terlalu dalam menyimpan perasaan beku hatiku ini. Hingga kemarin, aku mencoba untuk lepas tertawa namun rasanya hatiku ini sesak. Bertingkah sok lebay namun diriku ini kosong hampa.

Beberapa hal telah ku coba. Apakah itu mengikuti perintah Tuhan atau turut nafsuku dicocok iblis. Semua hal telah, namun rasa sepi sunyi hampa ini tetap absolut tak pernah lekang oleh waktu. Tidak mengendur dia malah semakin menjadi.

Proses peluruhan diriku sedang berlangsung, dan dimulai hari ini.

Baiquni bacain donk »

Jejak Setapak Menuju Langit

filsafat Cuma ada 9 komentar »

Langkah-langkah tak boleh terhenti seketika. Harus terus berjalan, melangkah menuju puncak langit. Menuju gelap langit yang tak biru akibat bias lautan, menuju langit hampa dengan hamparan bintang tanpa bingkai bumi yang mengkotakkan. Langit sebenar-benar langit.

“Bagaimana engkau mampu melangkah keluar dari kotak?” Tanya lelaki suatu ketika.

Aku, pria, menjawab. “Dengan sepenuh kekuatan.”

“Bagaimana dengan atmosfir yang membalut kotak? Ketika kau pergi daripadanya, maka secepat itu radiasi angkasa akan menghantammu. Menghancurkanmu, dan melepas rangkamu dari jasad. Kau akan mati detik itu juga.” Lelaki mengingatkan.

Baiquni bacain donk »

Kemana Lelaki Melangkah

discussion, filsafat Cuma ada 8 komentar »

Sampai sekarang, aku belum tahu, belum memahami, belum mengerti kemana jejak langkah lelaki akan surut atau berhenti sama sekali. Bahkan ketika kaki-kaki lelaki telah mati, akan ada yang menyambung langkah mereka. Akan ada orang-orang yang menjadi panjangan lidah-lidah lelaki. Sungguh, lelaki tak pernah mati.

Kadang aku merasa tersindir. Lelaki mencibirku, “tak selayaknya pria selalu berbicara tentang cinta.

Aku yang ter-kick cuma mesem-mesem saja. Benar kata lelaki. Tak selayaknya pria selalu berbicara tentang cinta, walau cinta adalah variabel dasar manusia. Toh lelaki pun pria adalah manusia. Masih punya hati untuk merasa, juga punya hati untuk bisa disakiti dan sakit hati.

Lantas kemana jejak langkah lelaki harus diarahkan?

Baiquni bacain donk »

Berbicara Tentang Cinta

filsafat Cuma ada 12 komentar »

Lantas cinta itu apa?

Apakah rasa dalam diri yang bergolak, atau cuma nyanyian nafsu yang menggebu? Sumpah, aku tidak mengerti.

Baru ku sadari, ternyata cinta pun memboyong nafsu, terlebih jika awal datangnya cinta dari pandangan, bukan dari kebaikan hati atau kekaguman. Lantas salahkah cinta jika dibarengi dengan nafsu? Sayangnya itu tidak salah sayang, sama sekali tidak salah. Tuhan yang menciptakan nafsu sebagai variabel dasar manusia untuk terus eksis di dunia ini, namun Tuhan pula memberikan akal pada cinta agar nafsu tidak memperbudak cinta, hanya memberi sedikit kembang gula padanya.

Bahkan Yusuf pun memiliki nafsu. Bahkan Daud, bahkan Sulaiman, bahkan Musa.

Ingatkah engkau ketika Tuhanmu berkata dalam kitab yang paling suci dan santun. Saat Dia bercerita: “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan yusuf, dan yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya . Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Q.S. Yusuf : 24)

Baiquni bacain donk »

Rontokkan Saja Langit

cerita hati, discussion, filsafat Cuma ada 7 komentar »

RONTOKKAN SAJA LANGIT!

Tiba-tiba saja lelaki itu berteriak demikian. Keras, tegas, menggetarkan. Teriakan yang bukan hanya dari kerongkongan atau suara yang menyapu laring-laring. Itu teriakan hati, sebuah pemberontakan jati diri.

JIKA DIA MENJADI PENYEKAT ANTARA AKU DAN TUHAN, LEBIH BAIK LANGIT ITU RUNTUH.

Tersigap, aku mulai menepuk pundaknya. “Mengapa kau menghujat langit wahai lelaki?

Lelaki itu tidak berpaling, pandangannya tetap menuju atas langit. Aku tahu, dia tidak memandang awan yang menggumpal putih di sana. Lelaki itu menatap jauh melewati awan, melewati atmosfir bumi, melewati ribuan bintang dan planet, melewati galaksi. Dia menatap ke atas, langsung menatap mata Tuhan.

Baiquni bacain donk »

Akhirnya Trading Lagi

filsafat, my days Cuma ada 5 komentar »

Sepertinya bang Pmen terenyuh denganku. Waktu bang Pmen menceritakan kalo duit $20 dari kami untuk membayar hosting digunakannya untuk trading dan membengkak menjadi $1000 dalam 3 minggu, aku memelas. “Beni dah ga trading lagi semenjak loss $162, ga ada modal,” kataku.

Eh ga disangka, beberapa waktu lalu bang Pmen tanya. “Account Liberty Reserve mu berapa Ben?

U8437290” Jawabku.

Ok, udah aku kirim $50 ya ke accountmu,” katanya.

Baiquni bacain donk »

Kesombongan Dan Penghargaan

cerita hati, filsafat, my days, sampah hati Cuma ada 9 komentar »

Hidup baru saja memberi pelajaran baru padaku beberapa hari yang lalu, pelajaran; kesombongan dan penghargaan. Suatu pelajaran yang memang awalnya agak mengusik namun setelah kurenungkan mampu memberikanku pengalaman baru, konsepsi dasar manusia.

Jika manusia merasa statusnya meningkat, maka di sana akan timbul sikap ingin dihargai dan sekelumit kesombongan. Aku mengatakan sekelumit kesombongan karena aku sendiri tidak terlalu memahami sejauh mana kesombongan yang terdapat pada manusia-manusia seperti itu.

Jujur, penilaianku ini adalah generalisasi terhadap manusia walau kenyataannya apa yang kualami adalah hanya satu kisah nyata dan dilakukan hanya oleh satu manusia. Namun aku rasa wajar saja jika aku mengeneralisasikannya. Sah! Toh ini tulisanku.

Kisahnya terjadi pada hari minggu, 16 November 2008. Berawal dari kepulanganku ngopi setelah lelah mengadakan pelatihan blogging gratis untuk anak-anak SMU bersama kawan-kawan Aceh Bloggers.

Baiquni bacain donk »

Memilih Kerikil Yang Terbaik

cerita hati, discussion, filsafat Cuma ada 12 komentar »

Tiba-tiba Tuhan berdirikan aku di hamparan ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan kerikil. Seperti padang pasir yang mahaluas, tetapi ini bukan pasir, ini adalah kerikil-kerikil.

Tuhan memintaku berjalan sesanggup yang aku bisa, tak ada paksaan, tak ada celaan. Dia hanya ingin melihat sampai batas mana kesanggupanku. Dan berapapun kesanggupanku, dia selalu tersenyum. Ini yang terkadang membuat aku jengkel, mengapa tidak pernah memarahi dan mengapa harus selalu senyum. Mungkin untuk itu, aku akan segera menemukan jawabannya.

Aku berjalan di atas kerikil-kerikil tajam. Tuhan memintaku mengambil kerikil-kerikil tersebut, memilahnya, dan menyimpan kerikil yang terbaik.

Sungguh, ada begitu banyak kerikil dalam jutaan ragam dan bentuk. Terkadang ada yang begitu indah dari luar namun rapuh dari dalam, terkadang ada yang begitu kokoh namun kusam, ada yang standar, ada yang begitu berharga.

Tuhan tidak memintaku menyimpan yang terbagus, tidak memintaku menyimpan yang terkuat, tetapi memintaku menyimpan yang terbaik. Yang terbaik menurutku.
Baiquni bacain donk »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in